Musrenbang Kelurahan Tunggulwulung 2026 RKPD 2027 Utamakan kearifan Lokal Mbois Berkelas

Suasana Musrenbang Kelurahan Tunggulwulung 2026 di Pendopo Kelurahan yang dihadiri oleh Lurah Tunggulwulung Imbar Hadi Wintjoko,Ginanjar FGerindra, Putri FPKB dan jajaran perangkat daerah.

Malangdata.com .Terselenggaranya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Tunggulwulung Kecamatan Lowokwaru untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 sukses digelar di Pendopo Kelurahan Tunggulwulung pada Rabu (14/1). Kegiatan ini menyoroti empat isu strategis yang menjadi perhatian, yakni pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, infrastruktur, serta lingkungan hidup.

Menurut Imbar Hadi Wintjoko H SAP, Lurah Tunggulwulung kecamatan Lowokwaru itu menegaskan bahwa Musrenbang ini bertujuan mendorong akselerasi pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. 

"Melalui kegiatan ini, kami memastikan aspirasi masyarakat dapat diakomodasi dengan baik. Kami juga akan mengoptimalkan sinergi dengan DPRD sebagai mitra strategis," ungkap Lurah yang suka bluzukan ke warga optimis.

Empat Isu Strategis RKPD 2027 meningkatan Kualitas SDM Pemerintah Kota Malang menargetkan SDM yang cerdas, adaptif, inovatif, serta berbudaya. Upaya ini melibatkan peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga kerja.Penguatan Ekonomi Kreatif.

Dalam mendukung program pembangunan. Menurutnya peran serta warga masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Kota Malang yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.harap Imbar yakin.

Khairi, SE, perwakilan warga RW 01 Krajan Lawas sekaligus mantan Lurah Tunggulwulung, saat memberikan aspirasi mengenai pemerataan pembangunan dan kearifan lokal dalam Musrenbang 2026.

Pada kesempatan yang sama Putri anggota Dewan dari FPKB dapil Lowokwaru , mengungkapkan bahwa Musrenbang 2026 Kelurahan Tunggulwulung  RKPD 2027  Kecamatan Lowokwaru  dilaksanakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Kelurahan Tunggulwulung Kecamatan Lowokwaru. 

“Tujuan diadakannya Musrenbang adalah membahas finalisasi usulan-usulan kegiatan pembangunan dengan melibatkan unsur perangkat Rukun Warga dan Rukun Tetangga , lembaga kemasyarakatan serta delegasi-delegasi kelurahan ,” terang politisi FPKB dapil Lowokwaru .
Sementara itu anggota DPRD Kota Malang dari Dapil Lowokwaru  Ginanjar asal FGerindra mengapresiasi keterlibatan aktif para stakeholder dalam Musrenbang ini. Ia menyatakan, 

"Kami berharap usulan masyarakat yang belum terakomodasi dapat disalurkan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) dewan untuk menjamin perencanaan pembangunan yang merata dan sesuai skala prioritas."paparnya berharap.

 “Semoga melalui musrenbang ini kita dapat merumuskan prioritas pembangunan yang tepat, efektif, dan berpihak pada masyarakat,” pungkas ketua kwarcab Pramuka kota Malang itu tegas.

Lurah Tunggulwulung Imbar Hadi Wintjoko bersama 6 Ketua RW saat muskelsus lalu


Dilain pihak salah satu peserta musrenbang yang mewakili RW 01 Krajan Lawas  Khairi,SE mengaku siap mensosialisasikan hasil Musrenbang kepada masyarakat RW01 yang ada 19 RT tersebut  ,"Musrenbang ini menjadi motivasi untuk memahami prioritas pembangunan. Kami berharap pokir dari wakil rakyat merespon harapan semua warga Tunggulwulung bukan pada kelompok  karena semua aspirasi butuh waktu untuk terealisasi sesuai mekanisme ," ujar mantan Lurah Dinoyo dan Tunggulwulung itu berharap. 

Lebih jauh Khairi yang asli warga Tunggulwulung itu juga menyampaikan dan  menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan." Kearifan lokal yang utama menyangkut pembangunan fisik maupun SDM harus seimbang dan merata agar pembangunan itu berkelanjutan -berdayaguna, terutama pemerataan  tematik kesehatan ,poshiyandu  ,tematik disabilitas,tematik lansia, tematik perempuan usulan tersebut wajib diakomodir.

Selain itu menekankan pentingnya pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing SDM. “Arah kebijakan adalah memberikan pelatihan dan menyediakan alat kerja yang diperlukan. Jangan sampai pelatihan hanya sebatas teori tanpa implementasi,” tegasnya.

Khairi juga menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting dalam mengatasi pengangguran. “Kalau sudah ada pelatihan dan alat kerja, tapi masyarakat masih kesulitan memulai usaha karena keterbatasan modal, maka perlu dicarikan solusi dengan menggandeng pihak pemberi modal agar menuju UMKM Mbois Berkelas terwujud ” tambahnya optimis.kho/dr/kres

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2025 Malangdata.com