![]() |
| Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak didampingi Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau langsung teknis pengaturan pintu air dan proyek saluran di kawasan Soekarno-Hatta (Soehat) Malang. |
Malangdata.com.Orang nomor dua di Jawa Timur itu selanjutnya bergerak ke sungai yang menyempit karena bangunan.
Emil menyinggung penataan trotoar di kawasan tersebut. Wagub menegaskan bahwa pekerjaan yang terlihat saat ini sebenarnya merupakan proyek saluran yang masih dalam proses. “Ini pekerjaan saluran tahun 2025, bukan trotoar yang sudah jadi. Tahun 2026 kita memang akan memperbaiki bagian atasnya, termasuk aspek estetika dan kenyamanan,” katanya.
Terakhir berkaitan dengan pengelolaan pintu air yang berada kawasan tersebut. Emil menegaskan bahwa secara prinsip pintu air tersebut seharusnya dalam kondisi tertutup saat terjadi hujan besar agar air dapat ditampung oleh saluran utama.
“Kalau pintu ini terbuka saat air besar, larinya ke sungai di daerah Ciliwung dan Kedawung yang kemarin banjir. Tapi kalau ditutup, saluran ini masih bisa menampung,” jelasnya.
Emil juga menegaskan bahwa keputusan untuk menutup pintu air saat banjir merupakan langkah yang diambil demi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Berdasarkan informasi ada beberapa warga yang tidak berkenan pintu air ditutup dengan alasan wilayah mereka berisiko kebanjiran. Namun secara tegas, emil menginstruksikan agar dilakukan kebijakan buka tutup pintu air dengan mempertimbangkan risiko dan dampak terkecil.
![]() |
| Wagub Jatim Emil Dardak berkoordinasi dengan jajaran Pemkot Malang di lokasi terdampak banjir untuk membahas optimalisasi buka-tutup pintu air dan pembersihan sampah di saluran drainase. |
“Kepentingan umum harus di atas kepentingan pribadi atau golongan. Prinsipnya pintu ini diutamakan tertutup supaya banjir tidak terjadi di wilayah yang lebih luas dan berdampak pada lebih banyak warga," tegas Emil.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menangani persoalan banjir di Kota Malang. “Saya terima kasih atas atensi Pak Wakil Gubernur datang langsung ke Kota Malang melihat situasi banjir beberapa waktu lalu. Kami memang sedang menginventarisasi permasalahan apa saja yang menjadi penyebab banjir,” ucap Wahyu.
Wahyu menjelaskan bahwa beberapa penyebab utama genangan air telah berhasil diidentifikasi, di antaranya sampah yang menghambat aliran air serta pengaturan pintu air yang belum optimal. “Salah satu penyebabnya berkait dengan sampah yang menghambat saluran air. Kemudian juga berkait dengan buka-tutup pintu air yang kemarin terbuka sehingga air tidak masuk ke saluran dan akhirnya meluap ke bawah,” paparnya.
Menurut Wahyu, langkah penanganan sudah disepakati bersama. Salah satunya adalah memastikan pintu air ditutup saat terjadi banjir agar aliran air masuk ke saluran yang telah disiapkan. “Apabila terjadi banjir, pintu air akan kita tutup agar saluran yang sudah disiapkan bisa berfungsi optimal. Kami juga masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang akan segera kita selesaikan bersama,” pungkasnya.dr/jul
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2025 Malangdata.com


