Malangdata.com.Wali Kota Malang menyampaikan, langkah penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha. “Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada mereka yang telah bekerja keras membantu menyelesaikan persoalan lingkungan di Kota Malang,” tutur Walikota Wahyu .
Penguatan pengelolaan lingkungan terus dilakukan secara menyeluruh, baik di sektor hulu melalui edukasi dan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, maupun di sektor hilir melalui penguatan sistem pengolahan dan sarana pendukung.
Pada kesempatan ini, Kota Malang juga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup atas perkembangan pengelolaan sampah yang dinilai semakin baik. Bahkan, Kota Malang disebut memiliki peluang besar meraih kembali Piala Adipura pada tahun 2027 apabila konsistensi pengelolaan lingkungan terus dipertahankan.
Hal ini tak lepas gercep kota Malang terus menuntaskan persoalan sampah melalui penguatan pengelolaan dari hulu hingga hilir sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan bertajuk ‘Malang Kota Bersih Menuju Adipura untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digelar di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyerahkan apresiasi kepada para pejuang kebersihan lingkungan serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan di Kota Malang.
Pemkot Malang pun memperkuat sinergi dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung penanganan sampah yang lebih optimal. “Kita akan merangkul dunia usaha untuk berkolaborasi dan bersinergi mengatasi permasalahan sampah dari hulu sampai hilir,” beber Wahyu.
| SMPN 1 kota Malang sekolah adiwiyata penerima award Lingkungan hidup dengan karya ubah sampah karong goni menawan stop kresek untuk belanja |
Lebih jauh Wahyu menambahkan, bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di hilir sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Karena itu, edukasi dan penguatan budaya peduli lingkungan terus digencarkan di tingkat masyarakat.
Bahkan Pemkot Malang juga memanfaatkan program RT Berkelas untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di lingkungan warga, seperti pengadaan bak sampah dan gerobak sampah.
Bukti lain jika Kota Malang serius dan all out menangani pengolahan sampah dari hulu hingga ke hilir yang terus berproses adalah masuk dalam 10 besar kabupaten/kota penerima program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP), yakni program pemerintah pusat yang didukung Bank Dunia untuk penguatan sistem pengelolaan sampah daerah.
Artinya pada program tersebut, Kota Malang diproyeksikan memperoleh dukungan pengembangan sarana dan prasarana pengelolaan sampah senilai Rp150 miliar hingga Rp200 miliar dalam kurun waktu lima tahun. “Persiapannya dimulai tahun 2026 dan realisasinya 2027. Nantinya pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir akan semakin diperkuat melalui program LSDP,” tegasnya.
Turut hadir pada kegiatan ini, Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Melda Mardalina, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, perwakilan Forkopimda Kota Malang, serta tamu undangan lainnya.
"Pada kesempatan memeriahkan HUT ke 112 Kota Malang Pemkot Malang memberikan award pada 20 penggiat lingkungan dengan aksi secara masif lakukan pemilahan sampah ,baik itu lembaga pendidikan,lembaga perbankan ,penggiat lingkungan agar terus menebarkan pada masyarakat untuk pro lingkungan ," tandas Walikota berharap.
Seperti yg diungkap salah satu penerima award perseorangan Sulaiman Sulang ,ketua HPAI Malang raya ,bahwa sekolah adiwiyata mandiri baik dari SDN,SMPN dan SMKN ,dan komunitas pro Lingkungan binaan HPAI mendapat award dari DLH ."harapan kami kedepan aksi pemilahan sampah secara massif ,maupun mengubah sampah jadi busana serta assesori yang lebih bernilai ,pendirian bank sampah makin banyak makin baik dan berdayaguna ubah sampah jadi uang," pungkas penerima Kalpataru Propinsi Jatim 2023 yakin.Rizky/jul
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2026 Malangdata.com
