![]() |
| Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau pembongkaran kios di sisi selatan Pasar Induk Gadang |
Malangdata.com.Gerak cepat Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Wawali Ali Muthohirin saat meninjau pembongkaran kios sisi selatan Pasar Induk Gadang.
Wali Kota Malang menegaskan bahwa peninjauan ini sekaligus untuk mengingatkan kembali komitmen para pedagang yang sebelumnya telah menyepakati relokasi.
“Pada saat puasa kemarin kita datang ke sini, pedagang berjanji memang April semua tuntas. Tapi memang ada beberapa kendala, baik karena hujan, kemudian masih ada masyarakat yang masih ingin menunda, dan lain-lain,” jelasnya.
Peninjauan tersebut komitmen pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menegaskan dalam percepatan revitalisasi Pasar Induk Gadang (PIG). Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran terkait kali ini meninjau langsung pembongkaran kios (bedak) di sisi selatan pasar sebagai bagian dari penataan kawasan pasar, Rabu (1/4/2026),
Wahyu pun menegaskan bahwa langkah pembongkaran yang dilakukan saat ini menunjukkan keseriusan pemerintah, meskipun tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Tenggat waktu yang diberikan adalah satu minggu bagi pedagang, khususnya yang berada di pinggir jalan untuk segera berpindah ke area dalam pasar. “Ini sebagai simbolis bahwa Pemerintah Kota Malang serius dan tidak main-main dalam memberikan batas waktu. Kita kasih kesempatan satu minggu, mereka yang berada di pinggir jalan dulu untuk pindah ke dalam,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wahyu membeberkan bahwa proses relokasi ini telah melalui komunikasi panjang sejak akhir tahun lalu. Pemerintah bahkan telah memberikan kelonggaran waktu hingga setelah Lebaran.“Kita sudah berbicara baik-baik sejak Desember. Mereka minta setelah hari raya, dan kita batasi sampai dengan April,” beber orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu.
Wali Kota Malang juga mengingatkan bahwa jika batas waktu tersebut tidak dipenuhi, pemerintah akan mengambil langkah tegas. Percepatan relokasi ini dilakukan mengingat adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp14,9 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur jalan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan dua ruas jalan utama, termasuk perbaikan kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena rusak dan tergenang.
“Apabila dalam satu minggu ini belum selesai, kita nanti akan menyelesaikan untuk bisa memindah. Karena nanti yang Rp14,9 miliar dari APBN ini akan turun. Apabila ini tidak selesai, nanti akan dievaluasi. Jangan sampai ini akhirnya menjadi permasalahan lagi apabila ini tidak selesai,” jelas Wahyu.
Kurang lebih 1.200 pedagang akan direlokasi ke dalam area pasar. Seluruh pedagang merupakan pedagang lama yang telah menempati kawasan tersebut selama puluhan tahun. “Yang tertampung sekitar 1.200 pedagang, dan semuanya adalah pedagang lama, tidak ada pedagang baru,” tuturnya berharap.
Meski diakui tidak mudah, Wahyu mengapresiasi kesadaran pedagang yang mulai bersedia pindah secara bertahap. Pemkot Malang berharap proses revitalisasi Pasar Induk Gadang dapat berjalan sesuai rencana dan segera memberikan dampak positif bagi kelancaran lalu lintas serta kenyamanan masyarakat dan pedagang.
Terpisah salah satu pedagang ikan yg mengaku bernama H Junaidi siap pindah sesuai jadwal yang ditentukan Diskopindag," kami sudah siap dan jika diminta boyongan hari ini sudah mantaf kareba sudah kami siapkan termasuk tempat yg kami bangun sudah clir ," papar pedagang ikan yg sudah verjualan ikan sejak 1994 itu yakin tempat baru direlokasi nyaman dan aman bagi pedagang dan pembeli.
"Selain tempatnya luas dan tempat parkin nyaman saya yakin dagangan bakal laris ikan ikan yang kami jual benar benar pilihan ,kami ngambilnyapun dari bawen ,pembeli yakin puas," pungkas pria rama asal Galis Bangkalan itu Optimis. Riz/jul
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2026 Malangdata.com


