![]() |
| Foto bersama Forkopimda Kota Malang dengan perwakilan buruh saat acara May Day di Hotel Savana. Wali Kota dan Ketua DPRD tampak kompak dalam bingkai kebersamaan |
Malangdata.com.Puncak Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang bertemunya harapan dan komitmen bersama. Di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah, suara para pekerja, pelaku usaha, dan pemerintah menyatu dalam semangat kolaborasi untuk menghadirkan masa depan yang lebih adil dan sejahtera.
Hal itulah yang tergambar dalam kegiatan yang dihadiri Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan juga Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, di Savana Hotel & Convention, Jumat (1/5/2026). Mengusung tema besar ‘Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Bersama’ serta tagline ‘Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama’,
Peringatan May Day menjadi penegas bahwa pembangunan ketenagakerjaan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama untuk menciptakan ekosistem industri yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Hal itu diungkap Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, dalam sambutannya menjelaskan bahwa dari data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan jumlah angkatan kerja di Kota Malang mencapai hampir 500 ribu jiwa. Namun, ia memberi perhatian khusus pada tingginya proporsi pekerja di sektor informal.
“Sekitar 44 persen pekerja berada di sektor informal. Angka ini menunjukkan hampir setengah dari jumlah pekerja masih berada dalam kondisi yang minim perlindungan tanpa kepastian upah, kontrak, maupun jaminan sosial,” beber Amithya yakin.
Ia menegaskan, kondisi ini menjadi tantangan bersama yang hanya bisa dijawab melalui sinergi nyata antarpemangku kepentingan, sebagaimana semangat tema yang diusung.
Menurutnya, aspirasi pekerja perlu untuk terus didengar dan diakomodasi agar tercipta keselarasan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan. “Satu tekad dan satu tujuan yang kita gaungkan hari ini harus diwujudkan dalam langkah konkret, terutama dalam memperluas perlindungan bagi pekerja informal,” tegasnya.
Senada, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa buruh merupakan motor penggerak ekonomi sekaligus penentu daya saing daerah. Ia menyebutkan, tema yang diangkat adalah arah kebijakan yang harus diwujudkan melalui kerja bersama. “Sinergi ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan demi menciptakan ekosistem industri dan ketenagakerjaan yang kuat, produktif, berdaya saing, dan mampu memberikan kesejahteraan yang berkeadilan bagi semua,” tutur Wahyu.
Masih dikatakan Walikota Wahyu bahwa visi Malang Mbois dan Berkelas terus diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan inklusif. Ia menilai, kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan industri harus berjalan beriringan, sebagaimana semangat sejahtera bersama yang diusung dalam tagline.
Wahyu juga menggarisbawahi pentingnya dialog sosial sebagai jembatan dalam menyatukan berbagai kepentingan. Menurutnya, perbedaan pandangan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam ekosistem ketenagakerjaan yang dinamis. “Dialog sosial harus menjadi mekanisme utama. Perbedaan kepentingan harus diselesaikan dengan cara yang adil dan mengedepankan kepentingan bersama,” tandasnya optimis.dr/jul
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2026 Malangdata.com
.jpeg)
