![]() |
| Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, S.Sy., M.H., memimpin apel pagi di depan Balai Kota Malang |
Malangdata.com.Untuk menghentikan budaya melayani atasan atau Asal Bapak Senang (ABS), namun memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat/publik.
Nasihat bijak Wakil Wali Kota Malang, menyampaikan teguran keras, sekaligus pengarahan menohok kepada seluruh Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Malang saat apel pagi di Balaikota Malang 19/10.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin SSy MH menegaskan, tolak ukur dan puncak keberhasilan seorang birokrat bukanlah ketika berhasil menyenangkan pejabat di atasnya. Melainkan saat pelayanan yang diberikan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
"keberhasilan kita bukan memperlihatkan cara menyenangkan pimpinan. OPD menyenangkan Wali Kota atau Wakil Wali Kota, Lurah menyenangkan Camat. Puncak keberhasilan kita adalah kebahagiaan dan kepuasan masyarakat itu sendiri," tegas Ali Muthohirin yakin
Wawali mengingatkan, pimpinan daerah maupun kepala dinas dapat berganti posisi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, komitmen utama aparatur pemerintah harus ditujukan sepenuhnya kepada publik.
Kenyataan dilapangan masih banyaknya keluhan masyarakat terkait lambatnya pengurusan administrasi, serta sikap oknum petugas terkesan kaku dan saling lempar tanggung jawab. Di tengah situasi ekonomi dan sosial yang sensitif, ia meminta ASN tidak menambah beban maupun kejengkelan masyarakat.
Diharapkan pada para camat, lurah, hingga pimpinan sekolah untuk responsif dan langsung turun tangan menyelesaikan masalah di lapangan. Tanpa harus menunggu arahan pimpinan atau menunggu sebuah kasus viral di media sosial.
"Setiap langkah dan ucapan kita yang menyakiti masyarakat akan selalu diingat. Kalau ada kesalahan pelayanan atau perilaku yang kurang berkenan, jangan segan-segan, turunkan ego, dan katakan maaf kepada masyarakat. Jangan sampai rakyat sudah susah, ditambah beban pelayanan yang kaku," jelas Ali.
Menjelang akhir tahun anggaran 2026 dan persiapan APBD 2027, Pemkot Malang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program kerja. Ali menginstruksikan, seluruh instansi untuk mematuhi arahan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Ditekankannya , agar program yang disusun mengedepankan efisiensi substansial ketimbang sekadar besaran anggaran yang riuh di publik, namun minim dampak langsung.
"Bahkan Setiap rupiah dari pajak rakyat harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsipnya, siapa yang jabatannya tinggi, tapi tidak bisa memberi manfaat banyak, maka tidak ada gunanya," tuturnya.dr/jul
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2026 Malangdata.com
