Ketua DPRD Kota Malang Dukung Operasional Trans Jatim, Siapkan Rp2 Miliar untuk Angkot Feeder


Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita memberikan pernyataan kepada media terkait operasional Trans Jatim.

Malangdata.com – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menilai pengoperasian Trans Jatim di Kota Malang sebagai langkah positif untuk meningkatkan layanan transportasi publik. Namun ia menegaskan bahwa efektivitas layanan baru dapat dievaluasi setelah masa operasional berjalan beberapa waktu.

“Ini hal yang baik, tapi kita harus melihat dulu animo masyarakat dan bagaimana efektivitasnya. Kalau masih baru beroperasi, kendalanya belum kelihatan. Setelah beberapa hari, baru bisa dinilai apakah ada kesulitan, terutama terkait mobilitas kerja dan sekolah,” ujarnya, Senin 24/11.

Amithya mengaku belum mencoba langsung layanan Trans Jatim, namun telah beberapa kali melihat armada tersebut melintas. Ia juga menyoroti fasilitas keamanan yang terpasang di dalam bus, seperti CCTV untuk meminimalkan risiko tindak kejahatan.

Peluncuran bus Trans Jatim di Kota Malang yang disaksikan oleh pejabat daerah dan kerumunan warga/pers.

“Soal keamanan, itu fasilitas yang baik. CCTV tidak hanya mencegah tindakan negatif, tapi juga bisa mengamati sisi positif dalam layanan,” tegasnya.

Mendukung peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, DPRD memastikan adanya dukungan anggaran terhadap sistem transportasi pendukung Trans Jatim. Amithya menyebut Pemkot dan DPRD telah menyiapkan sekitar Rp2 miliar untuk penguatan layanan angkot feeder.

“Sudah ada dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk feeder angkot. Saya bahkan sudah menyampaikan ini sejak awal, jauh sebelum pembahasan Trans Jatim. Kita sudah punya bus sekolah, dan angkot sebaiknya diberdayakan sebagai feeder juga,” jelasnya.

Deretan angkot berwarna biru yang diharapkan menjadi angkot feeder Trans Jatim di Kota Malang

Menurutnya, anggaran tersebut akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan, termasuk peremajaan armada serta dukungan sistem Buy The Service (BTS). Kebijakan ini diharapkan membantu angkot tetap berperan dalam sistem transportasi terpadu yang lebih modern dan terintegrasi.

Dengan dukungan DPRD, Amithya berharap kehadiran Trans Jatim beserta feeder angkot dapat memperluas akses mobilitas masyarakat dan secara bertahap menekan penggunaan kendaraan pribadi di Kota Malang.lia/riz/jul

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2025 Malangdata.com

Facebook SDK

Ads1

Boxed Version

Ads2