![]() |
| Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memeriksa kemasan daging ayam beku di gudang penyimpanan Perumda Tunas untuk memastikan ketersediaan stok menjelang Lebaran. |
Malangdata.com.kehadiran Walikota salah satu langkah menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Malang atas arahan Kemendagri dalam pengendalian inflasi selama Bulan Ramadan dan menjelang Idul fitri. Peninjauan difokuskan pada ketersediaan dan penyimpanan bahan pokok strategis, khususnya cabai dan ayam yang menjadi komoditas utama pemicu inflasi musiman.
Wali Kota Malang menyampaikan bahwa ada komoditas yang menjadi perhatian sesuai arahan Menteri Dalam Negeri. “Di Bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul fitri, ada beberapa komoditi yang menjadi perhatian. Yang pertama cabai, tadi sudah kita lihat, alhamdulillah sudah turun,” paparnya.
Selain cabai, komoditas daging ayam juga menjadi sorotan. Dalam peninjauan ini, rombongan melihat langsung proses pemotongan dan penyimpanan ayam di gudang Perumda Tunas.
“Tadi ini kita hanya melihat memang terkait dengan penyimpanan ayam. Karena ayam ini juga cenderung naik, nanti akan saya cek lagi terkait penyimpanan di sini. Perumda Tunas ini untuk memotong ayam, tempat menyimpan, dan jualannya juga di sini,” tuturnya.
![]() |
| Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerima sampel produk bahan pokok dari petugas Perumda Tunas saat meninjau fasilitas pendingin (cold storage) guna pengendalian inflasi. |
Namun demikian, Wahyu mengakui adanya kecenderungan kenaikan harga ayam menjelang Lebaran. Untuk itu, Pemkot Malang akan melakukan pengecekan lebih lanjut hingga ke tingkat distributor dan pasar. “Yang jelas kita akan cek di pasar, karena Tunas kan masuk ke produsennya. Nanti kita lihat di distributornya, kemudian kita lihat juga di pasarnya seperti apa,” tambahnya.
Analisisnya bahwa lonjakan permintaan menjelang Idul fitri kerap menjadi alasan kenaikan harga di lapangan. Hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). “Menjelang hari raya ini kan pasti banyak permintaan. Nah, dari sini jadi bahan kita untuk rapat TPID juga,” ungkap Wahyu.
Lebih jauh Wahyu juga menyoroti potensi adanya pengelembungan harga dari distributor ke pengepul. Untuk itu, koordinasi lintas sektor akan diperkuat.
“Tadi juga Pak Sekjen Kemendagri sudah minta kepada tim Satgas Pangan dari kepolisian untuk cek di lapangan karena ditengarai ada pengelembungan harga dari distributor ke pengepul. Jadi mereka selalu beralasan menjelang hari raya. Tetapi kan akhirnya masyarakat juga yang terkena dampaknya,” jelasnya.
Wahyu menegaskan, dalam waktu dekat tim gabungan akan turun langsung melakukan pengecekan guna memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat. “Saya berharap nanti tim lengkap akan turun, termasuk dari Polresta dan TNI, supaya kita nanti bisa melihat sejauh mana yang ada indikasi pengelembungan harga itu,” tegasnya.riz/jul
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2025 Malangdata.com


