![]() |
| Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersalaman dan menyapa hangat anak-anak di Rumah Belajar Aksara Rusunawa Buring saat acara buka puasa bersama. |
Malangdata.com.bulan Suci Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan nilai kebaikan, bulan yang mengajarkan tentang keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi terhadap sesama. Oleh karena itu, buka puasa bersama memiliki makna yang sangat mulia.
LP Maarif Bukan hanya sekadar momentum untuk berbagi hidangan setelah sehari menahan lapar dan dahaga, namun juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepekaan sosial.
Hal inilah yang ditekankan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat menghadiri buka puasa bersama anak-anak di Rumah Belajar Aku Satu Rusunawa (Aksara) di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Buring, Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang, Minggu (8/3/2026).
Wali Kota Wahyu pun menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan peran rumah belajar yang telah berkomitmen memberikan ruang belajar dan pendampingan bagi anak-anak, khususnya melalui rumah belajar yang menjadi tempat tumbuhnya harapan, semangat, dan cita-cita bagi generasi muda.
“Tentu ini apa yang dilakukan ini sesungguhnya memiliki makna yang sangat besar. Karena melalui pendidikan, perhatian, dan kasih sayang yang diberikan, kita sedang menanam benih masa depan. Anak-anak yang hari ini diberikan kesempatan untuk belajar, bermimpi, dan berkembang, kelak akan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi Kota Malang dan bangsa Indonesia,” beber Wahyu.
Lebih lanjut, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Malang itu menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. Karena itulah, dalam visi Menuju Malang Mbois dan Berkelas, Pemkot Malang menempatkan penguatan kualitas generasi muda sebagai salah satu prioritas.
Implementasi dari komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program dalam Dasa Bakti Unggulan, salah satunya program Ngalam Pinter. Program ini bertujuan memastikan setiap anak di Kota Malang memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang baik, lingkungan belajar yang positif, serta dukungan untuk mengembangkan potensi diri.
Wahyu juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, relawan, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak-anak. Kehadiran rumah belajar seperti ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap masa depan generasi muda dapat tumbuh dari semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak.
“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat kebaikan, memberikan perhatian, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik,” sambungnya.
Kepada anak-anak rumah belajar yang juga terdiri dari anak yatim dan difabel, Wahyu berpesan agar terus belajar dengan giat dan tidak pernah takut bermimpi besar. Menurutnya, dari tempat yang sederhana sekalipun dapat lahir anak-anak hebat yang kelak membawa perubahan bagi bangsa.
Pria yang kerap disapa Pak Mbois itu juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus, relawan, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Semoga segala ikhtiar dan kebaikan yang dilakukan menjadi amal jariah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” tutupnya.
Pernyataan senada disampaikan Koordinator Relawan Rumah Belajar Aksara, Yuning Kartikasari. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Wali Kota Malang terhadap kegiatan yang diselenggarakan di rumah belajar tersebut.
“Di sela-sela kesibukannya, Pak Wali Kota Malang masih menyempatkan hadir. Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami,” pungkasnya optimis.kmf/riz
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2025 Malangdata.com

