Kajian Multidisipliner tentang Kampung Budaya Polowijen

Zoom Meeting yang menampilkan wajah para pemateri dan peserta Webinar Seri Kajian Budaya Multidisiplin UMM, termasuk Muhammad Hayat dan Frida Kusumastuti dengan latar belakang virtual biru.


Malangdata.com.Mengisi Ramadhan 1447 H kali ini, Pusat Studi Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Seri Webinar selama empat hari berturut-turut sejak Selasa (3/3) hingga Jum’at (6/3).

 Webinar menghadirkan 12 pembicara yang semuanya mengusung Kampung Budaya Polowijen. Dengan semangat kajian multidispliner, Pusat Studi Kebudayaan UMM melibatkan 12 pembicara dari berbagai studi yaitu Pendidikan, Hukum, Pertanian, Kedokteran, Komunikasi, Sosiologi, Informatika, Pendidikan Agama Islam, dan Psikologi. 

 “Ini adalah komitmen pusat studi pada Tri Darma Perguruan Tinggi berbasis komunitas kebudayaan. Kami sangat mengapresiasi Kampung Budaya Polowijen dalam membangun infrastruktur dan pelestarian budaya berbasis komunitas sejauh ini.” tutur Kepala PS Kebudayaan UMM, Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si.  

suasana diskusi daring di Zoom dan poster Webinar #1 yang menghadirkan narasumber Isa Wahyudi (Ki Demang), Shinta Ayu Purnamawati, dan Daroe Iswatiningsih terkait regulasi dan nilai budaya.

Sementara Frida Kusumastuti selaku PIC Webinar menjelaskan kegiatan ini merupakan breakdown dari 
Ide Kepala Pusat Studi. Mula-mula 12 pembicara dari berbagai latar belakang studi itu bersama pusat studi melakukan observasi langsung ke KBP dan sekaligus melakukan perbincangan dengan pengelola KBP.

 Kemudian dari observasi dan perbincangan tersebut, secara mandiri dipersilahkan melanjutkan penggalian data sesuai dengan kebutuhan analisis berdasarkan keilmuan masing-masing dalam kurun waktu 2 bulan. Tahap berikutnya, Pusat Studi menggelar webinar dan pada akhirnya nanti semua makalah pembicara akan diterbitkan sebagai artikel ilmiah. Berikut topik-topik yang disampaikan oleh 12 pembicara selama empat hari;

Shinta Ayu Purnamawati
Budaya yang Berdaya: Regulasi sebagai Pilar Pariwisata Berbasis Komunitas.Kajian Hukum

Daroe Iswatiningsih 
Nilai-nilai kehidupan pada tembang Macapat dan implementasinya dalam pembelajaran
Kajian Pendidikan/Bahasa

Isa Wahyudi (Ki Demang)
Pengembangan KBP Kota Malang berbasis Komunitas Kajian Pemberdayaan

Sulistyo Mulyo Agustini
Budaya Minum Jamu dalam Upaya Meningkatkan Imunitas Kesehatan.Kajian Kesehatan/Kedokteran

Kolase poster digital Webinar #2 dan #3 bertema Kajian Budaya Multidisiplin yang menampilkan profil pemateri seperti Erna Yayuk, Tutu April Ariani, dan Muhammad Hayat beserta jadwal acara Maret 2026

Frida Kusumastuti
Encoding-Decoding Narasi Ikonik KBP untuk Gen Z dan Gen Alpha.Kajian Komunikasi

Afifa Husna.Pengembangan Produk Minuman Fungsional Berbasis Resep Tradisional Kampung Budaya Polowijen
Kajian Pangan

Erna Yayuk, Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Kampung Budaya Polowijen: Model Literasi Budaya, Karakter, dan Kesehatan Holistik Masyarakat
Kajian Pendidikan/Pedagogik

Tutu April Ariani,Kesehatan dalam Jejak Budaya Polowijen: Makna Makanan Tujuh Rupa dan Praktik Perawatan Berbasis Kearifan Lokal
Kajian Kesehatan/Keperawatan

Muhammad Hayat
Kampung Polowijen: Kesadaran Subjek Refleksi dalam Ruang Etalase
Kajian Sosiologi

4.Jumat, 6 Maret 2026
Dina Mardiana Ketika Budaya Mengajarkan Akhlak: Kajian Kampung Budaya Polowijen dalam Perspektif Pendidikan Islam
Kajian Tarbiyah

Diah Risqiwati,Menjemput Dunia melalui Layar: Web Galeri Interaktif sebagai Medium Teknologi Budaya KBP
Kajian Informatika

Istiqomah ,Dari Tembang Mocopat Ke Psikologi: Bagaimana Tembang-tembang Mocopat Merefleksikan Tahap Perkembangan Individu
Kajian Psikologi

"Hasil kajian ini dan terbitan bukunya, akan kami serahkan kepada KBP. Harapannya ide-ide dari berbagai disiplin ilmu ini secara bertahap akan dikembangkan di KBP bersama PS Kebudayaan UMM dan komunitas manapun yang menaruh perhatian.” Papar Frida Kusumastuti, sekretaris PS. Kebudayaan UMM.

Selama empat hari berturut-turut webinar multidisiplin KBP telah diikuti oleh 320 audiens dari berbagai kalangan. Tidak hanya mahasiswa, guru tetapi juga masyarakat umum. Bahkan juga yang berada di wilayah Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia.

“Saya menjadi belajar Sebuah Sejarah tertentu. Tidak sekedar Shirahnya saja, tapi bagaimana ghirahnya kita dapatkan juga. Untuk Harapan, agar seorang lulusan UMM lebih mempunyai suatu makna/kesan yang lebih dalam mengenal sebuah Sejarah Kebudayaan ” tutur Triyanto Priyo peserta dari Serang-Banten.

Sementara itu Tri Yanti, peserta dari Tulugnagung, alumni Psikologi UMM menyampaikan kesan, 

“ ..materi yang disampaikan di webinar ini merupakan wawasan baru bagi saya, bagaimana dari makanan saja terdapat nilai-nilai. Juga dengan filosofi tarian, tembang-tembang ternyata beriringan dengan tahapan perkembangan manusia, kombinasi perspektif agama dan psikologi cukup menarik. Pokoknya yang disampaikan sangat menarik, dan berdampak. Semoga ada kesempatan webinar kebudayaan lagi”

PS. Kebudayaan UMM sebelumnya telah menerbitkan dua buku tentang KBP yang mengulas Pawon dan Kesenian Tradisional. Buku tersebut berisikan tulisan-tulisan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang diajak PS Kebudayaan dalam program Pendidikan Kebudayaan. 

“Pendidikan kebudayaan yang bertumpu pada pengalaman langsung dan penulisan kebudayaan menjadi salah satu andalan kami, menjadi ciri khas Pusat Kebudayaan yang berada di Perguruan Tinggi.” Jelas Daroe Iswatiningsih.fri/dr/ril

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2025 Malangdata.com

Facebook SDK

Ads1

Boxed Version

Ads2