Pasar Murah Di Kejari Walikota Berharap Membantu Warga Tidak Panik Sambut Lebaran 2447 Hijriah

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyerahkan paket sembako murah secara simbolis kepada warga dalam acara pasar murah di halaman Kantor Kejari Kota Malang.

Malangdata.com.Gerak cepat Pemkot Malang sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Malang berkolaborasi bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menggelar pasar murah di halaman Kantor Kejari Kota Malang, Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan pengalaman pada masa pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa kepanikan justru dapat memperburuk kondisi pasar. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap bijak dalam berbelanja karena pemerintah terus melakukan intervensi nyata di lapangan.

Melalui sinergi ini, TPID Kota Malang yang terdiri dari berbagai instansi lintas sektor mulai dari unsur Forkopimda, BPS, Bank Indonesia, serta perangkat daerah terkait akan terus memantau pergerakan harga hingga menjelang Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Pada kesempatan tersebut  Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Kajari Kota Malang, Tri Joko meninjau pelaksanaan pasar murah yang menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Lebih jauh Wahyu Hidayat menjelaskan, pasar murah tersebut menghadirkan paket bahan pokok penting (bapokting) berkualitas premium dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga menjelang hari raya.

Wali Kota Malang didampingi Kajari Kota Malang meninjau tumpukan paket bahan pokok bersubsidi yang disediakan untuk membantu masyarakat menjelang Lebaran 1447 H.

“Dengan uang Rp 50 ribu masyarakat sudah mendapatkan beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula 1 kilogram. Kalau mengikuti harga pasar, satu paket ini bisa mencapai sekitar Rp150 ribu. Jadi ini benar-benar barang premium yang disubsidi agar masyarakat merasa lebih nyaman menjelang Lebaran,” beber Wahyu.

Selain paket sembako, intervensi harga juga dilakukan pada komoditas cabai. Jika sebelumnya harga cabai di pasaran sempat mencapai Rp120 ribu per kilogram, melalui pasar murah ini cabai dijual seharga Rp 80 ribu per kilogram dalam kemasan setengah kilogram.

Untuk memastikan distribusi berjalan tertib, panitia menerapkan sistem kartu serta pembagian gelombang waktu kedatangan masyarakat. Skema ini dilakukan guna mencegah penumpukan warga sekaligus memastikan paket sembako dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.

Sementara itu, Kajari Kota Malang, Tri Joko, menegaskan bahwa aparat penegak hukum turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya melalui pengawasan terhadap pergerakan harga bahan pokok. 

“Kejaksaan Negeri Kota Malang bersama Forkopimda aktif dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memantau kondisi pasar dan UMKM demi menjaga stabilitas harga. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan barang,” harapnya.yas/dr/jul

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2025 Malangdata.com

Facebook SDK

Ads1

Boxed Version

Ads2