![]() |
| Walikota Malang Wahyu Hidayat memberikan keterangan pers kepada media di dalam gedung KPPN Malang saat pembukaan UMKM Ramadhan Fest 2026. |
Malangdata.com.Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian berbagai pihak terhadap pengembangan UMKM di Kota Malang.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian dan perhatian kepada UMKM Kota Malang melalui Ramadan Festival 2026 ini. Ini kolaborasi yang sangat baik dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Pusat Investasi Pemerintah (PIP), serta sektor perbankan yang turut memberikan perhatian pada pelaku UMKM,” beber Walikota Wahyu.
Menurutnya, UMKM merupakan salah satu sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi Kota Malang. Bahkan, penguatan UMKM juga menjadi bagian dari program Dasa Bakti Unggulan, yakni Ngalam Laris, yang mendorong geliat ekonomi lokal.
![]() |
| Peserta UMKM Ramadhan Festival 2026 sedang menunjukkan kain batik motif khas Malang berwarna hitam dan hijau kepada pengunjung. |
“Kita ingin menjadikan UMKM naik kelas dengan menjadi sahabat UMKM. UMKM ini harus terus didorong untuk melakukan perbaikan kualitas,” tegasnya yakin.
Harapnya sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus didorong untuk naik kelas melalui gelaran ‘UMKM Ramadan Fest 2026’ yang mengusung tema ‘Bersama Tumbuh dan Berkah dengan Semangat Ramadan’ di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, Selasa (3/3/2026).
Festival yang diikuti UMKM Asal Malangraya itu berlangsung selama lima hari, mulai 3-7 Maret 2026 dan menghadirkan beragam produk unggulan UMKM Kota Malang ini diharapkan mampu membuat pelaku usaha lokal semakin berkembang dan berdaya saing.
![]() |
| Walikota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran pejabat memukul rebana sebagai tanda pembukaan resmi acara UMKM Ramadhan Fest 2026 di Malang. |
Wahyu menambahkan, transformasi UMKM perlu dilakukan melalui pendampingan, pengembangan kapasitas, serta fasilitasi akses pembiayaan dan pemasaran. Ia menyebut, persoalan klasik yang dihadapi pelaku UMKM umumnya berkaitan dengan permodalan dan pemasaran.
“Terkait pembiayaan, dengan adanya fasilitasi dari PIP dan dukungan perbankan yang peduli terhadap UMKM, kami berharap persoalan permodalan tidak lagi menjadi hambatan. Apalagi pembiayaan ultra mikro ini benar-benar menyentuh pelaku usaha paling kecil yang baru merintis usaha,” paparnya.
![]() |
| Seorang pelaku UMKM perempuan tersenyum sambil menunjukkan produk kerupuk Samiler dalam kemasan plastik di booth Ramadhan Festival 2026 Malang. |
Saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Malang menurutnya tidak lepas dari kontribusi besar UMKM. Karena itulah ia berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar saat Ramadan, tetapi juga pada momen lain dengan fokus yang sama, yakni mendorong UMKM Kota Malang agar terus tumbuh, berdaya saing, dan naik kelas.nay/riz/jul
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2025 Malangdata.com




