Walikota Wahyu Optimis Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Jelang lebaran 1447 Hijriah Stabil

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung kesiapan lahan cabai di Kecamatan Kedungkandang untuk memastikan ketersediaan pasokan menjelang Lebaran 1447 H.

Malangdata.com.kehadiran Walikota Malang bersama hajaran TPID sebagai langkah gerak cepat meninjau tingkat stabilitas harga dan ketersediaan komoditas strategis, khususnya cabai, telur, dan daging, terus dipantau menjelang momen peringatan hari besar keagamaan yakni Hari Raya Nyepi dan juga Hari Raya Idul fitri.

Diungkapkan Walikota wahyu usai menghadiri High Level Meeting (HLM) TPID Kota Malang serta peninjauan lahan cabai dan peternakan ayam di Kecamatan Kedungkandang, Rabu (4/3/2026), menjelaskan bahwa produksi cabai di Kota Malang sangat bergantung pada siklus masa tanam dan panen di masing-masing lahan.

Saat ini, luas lahan cabai di Kota Malang mencapai sekitar 65 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah. Menurutnya, setiap lahan memiliki fase produksi yang berbeda sehingga tidak dapat dihitung secara serentak. 

“Setiap lahan memiliki masa tanam dan masa panen berbeda. Ada yang sudah memasuki panen kedua, ada yang belum panen, bahkan ada yang bisa sampai 30 kali panen. Jadi tidak bisa langsung ditotal dalam satu waktu,” terangnya.

Walikota wahyu didampingi Kadispangtan Kota Malang Slamet Husnan pantau peternakan ayam dan telor

Sebagai gambaran, pada lahan seluas 4.000 meter persegi dengan sekitar 4.500 pohon cabai, hasil panen pada puncaknya yakni sekitar panen ke-12 hingga ke-14, dapat mencapai tiga kuintal dalam sekali panen. Namun pada panen awal, hasilnya relatif lebih rendah, sekitar 80 kilogram.

Dalam satu siklus tanam penuh, dari panen pertama hingga panen ke-30, potensi produksi disebut dapat mencapai 3.000 hingga 4.000 ton. Meski demikian, kebutuhan masyarakat bersifat fluktuatif, terutama saat aktivitas mahasiswa kembali normal dan menjelang hari besar keagamaan.

Ia mengakui, produksi cabai dari dalam kota belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga pasokan dari luar daerah masih diperlukan. Pergerakan harga pun sangat dipengaruhi mekanisme pasar. “Ketika harga cabai di Kota Malang naik dan dinilai menguntungkan, pasokan dari luar daerah akan masuk. Saat pasokan melimpah, harga biasanya ikut turun. Itu mekanisme pasar yang terjadi,” tegas Wahyu .

Terpisah Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, usai ikuti HLM TPID menambahkan bahwa pada komoditas telur, harga telur ayam kampung di pasar saat ini berkisar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam ras sekitar Rp29 ribu per kilogram. 

Produksi telur di Kota Malang berasal dari peternakan di wilayah Wonokoyo dengan sekitar sembilan kandang, masing-masing berkapasitas 2.500 hingga 9.000 ekor. Namun demikian, produksi telur dalam kota juga belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan, sehingga tetap ditopang pasokan dari luar daerah.

Sementara itu, harga daging sapi relatif stabil di kisaran Rp122 ribu per kilogram. Pemotongan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang oleh sekitar 25 jagal, dengan jumlah pemotongan 30 hingga 40 ekor per hari, tergantung ukuran sapi.

Ia menegaskan, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat pada momen tertentu seperti Ramadan dan saat aktivitas mahasiswa kembali aktif. Karena itu, pengendalian pasokan dan distribusi terus menjadi perhatian pemerintah. “Kami terus melakukan pemantauan agar ketersediaan tetap aman dan harga terkendali, terutama menjelang momen keagamaan dan peningkatan aktivitas masyarakat,” tandasnya berharap.riz/jul

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2025 Malangdata.com

Facebook SDK

Ads1

Boxed Version

Ads2