Malangdata.com.walikota Malang wahyu Hidayat meng -apresiasi langka Bawaslu ," grand launcing hari ini sebagai bukti bahwa Bawaslu gerak cepat untuk fokus pemutakiran data sekaligus untuk optimalkan pengawasan agar hak konstitusi warga terlindungi ," jelas Walikota Wahyu pada awak media usai hadiri grand launcing kantor baru Bawaslu.
Yang menarik lagi Bawaslu punya program untuk meningkatkan partisipasi warga kota MBalang dengan program go to shcool go to Campus go to comumnity.
Terpisah ketua Bawaslu Kota Malang Arifudin yakin dengan langkah proaktif optimal untuk peningkatan partisipasi warga ,
.“Dari hasil pengawasan, terdapat 4.549 pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) serta 7.956 pemilih baru yang belum terdaftar. Kami sudah menyampaikan saran perbaikan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait,” beber Arifudin, Selasa (28/4).
Hal itu terkait Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Malang mulai memperketat pengawasan akurasi data pemilih meski saat ini belum memasuki tahapan pemilu. Langkah ini difokuskan pada pemutakhiran data pemilih berkelanjutan guna memastikan setiap warga tetap terlindungi hak konstitusionalnya.
Ketua Bawaslu Kota Malang, Arifudin, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan sebagai langkah preventif agar tidak ada warga yang kehilangan hak pilih. Berdasarkan hasil pengawasan terbaru, jumlah data pemilih yang telah dimutakhirkan mencapai 677.336 orang.
Sebagai tindak lanjut, Bawaslu melakukan uji petik di lima kecamatan di Kota Malang sejak 23 April. Metode yang digunakan adalah kunjungan langsung ke masyarakat dengan melibatkan perangkat kelurahan hingga RT/RW untuk memastikan validitas data di lapangan.
Menurut Arifudin, verifikasi faktual akan dilakukan secara berkala, mulai dari bulanan hingga semesteran. Ia juga mengajak seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendukung proses ini agar data pemilih semakin akuntabel.
Selain pengawasan langsung, Bawaslu juga membuka Posko Aduan Hak Pilih bagi warga yang belum terdaftar sebagai pemilih meski telah memenuhi syarat. Warga cukup membawa identitas diri dan dokumen pendukung untuk melaporkan kendala tersebut.
Upaya penguatan pengawasan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Bawaslu Kota Malang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Malang, lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan untuk memperluas edukasi demokrasi.
Program seperti Bawaslu Goes to School, Bawaslu Goes to Campus, dan Bawaslu Goes to Community terus digencarkan sebagai bagian dari peningkatan partisipasi publik.
“Ini merupakan bagian dari evaluasi Pemilu 2024 sekaligus strategi memperkuat SDM dan kesiapan kelembagaan menghadapi tahapan pemilu mendatang,” tegas Arifudin optimis.riz/jul
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2026 Malangdata.com


