Upacara Budaya Nusantara Warga Tunggulwulung: Wujud NKRI Harga Mati dalam Peringati HUT ke-81 RI


Pengibaran bendera yang dilakukan Satlinmas kelurahan Tunggulwulung

Malangdata.com — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada tahun 2026, warga Kelurahan Tunggulwulung menyatukan langkah untuk memperingati Dirgahayu RI dengan khidmat.

Kegiatan upacara detik-detik proklamasi warga Tunggulwulung dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Mahkota Wulung. Busana nasional perjuangan dan pakaian adat turut menghiasi barisan peserta upacara yang terdiri dari muda-mudi, para tokoh masyarakat, serta warga dari RW 01 hingga RW 06, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), dan Karang Taruna Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Ibu2 RT - RW Dan Warga Tunggulwulung ikuti Upacara Dirgahayu RI ke 81 dengan khimad nuansa Merah putih dan budaya Nusantara

Perwira Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Rendy Try Atmodjo, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam.

"Bukan sekadar upacara bendera Sang Saka, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat tentang persatuan, gotong royong, sekaligus upaya mempererat hubungan antarwarga di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis," ujar Rendy.

Gus Rendy bersama keluarga berbaju Nusantara semarakkan Upacara 17 an di lapangan mahkotaWulung

Ia menambahkan, para peserta yang mengenakan pakaian bernuansa kemerdekaan maupun busana adat semakin menghidupkan suasana perayaan HUT ke-81 RI dengan mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Secara terpisah, Gus Khoiri selaku penasihat Panitia Grebeg Suro dan Kemerdekaan RI ke-81 menambahkan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Gus khoiri mantan Lurah Tunggulwung juga penasihat hrebeg kemerdekaan berbusana Nusantara simbul NKRI harga mati

“Iya, ini rangkaian kegiatan kita dalam memeriahkan HUT RI ke-81 dengan menggelar upacara bendera Merah Putih bernuansa Budaya Nusantara sebagai wujud syukur atas perjuangan pahlawan serta para pendahulu,” ujar mantan Lurah Dinoyo dan Tunggulwulung tersebut.

Menurutnya, upacara di lingkup Kelurahan Tunggulwulung ini bukan yang pertama kalinya diselenggarakan.

Gus Rendy Try Atmodjo Perwira Upacara Dirgahayu RI ke 81

"Ini yang keenam pascapandemi. Awalnya, ide upacara ini dicetuskan oleh salah satu tokoh masyarakat beberapa tahun lalu. Tahun ini, kita lebih mengedepankan partisipasi warga dari 6 RW yang mencakup 62 RT yang secara silih berganti menjadi panitia kemerdekaan. Kegiatan ini terus berlangsung di Lapangan Mahkota Tunggulwulung dari tahun ke tahun untuk masa mendatang," paparnya.

Melalui sistem tersebut, setiap warga memiliki peran langsung dalam perayaan. Warga dari berbagai wilayah pun secara otomatis dapat bertemu, berinteraksi, saling menyapa, dan mempererat kebersamaan (guyup).

Jhoni bendahara RW01 pembaca UUD 45

Sebagai mantan lurah yang piawai mengawal program RT Berkelas hingga pemberdayaan lansia, ibu hamil, menyusui, serta balita rentan stunting berusia satu hingga empat tahun, Gus Khoiri menilai pola seperti ini adalah esensi nyata dari perayaan kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap tali silaturahmi antarwarga semakin kuat dan guyup. Harapan saya, dengan bergantian panitia dari 62 RT yang ada di setiap pergelaran upacara 17-an, warga yang sebelumnya belum pernah bertemu bisa saling sapa dan mengenal lebih dekat,” jelas pria yang akrab disapa Gus Khoi itu.

Ki Kholiq nomer dua dari kiri sesepuh pendiri SBT bersama tokoh masyarakat ikuti upacara Dirgahayu RI ke 81 di lapangan Mahkota Wulung

Sementara itu, Ki Kholiq selaku Tokoh Masyarakat Tunggulwulung berharap pengibaran bendera dalam rangka Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-81 dengan busana Budaya Perjuangan Nusantara ini dapat menjadi momentum awal untuk memperkuat berbagai kegiatan kebersamaan di Kelurahan Tunggulwulung.

“Saya ingin kegiatan ini menjadi tonggak awal dari kegiatan-kegiatan lain agar semakin guyup demi persatuan dan wujud NKRI harga mati di wilayah Kelurahan Tunggulwulung,” tegas pendiri Sekolah Budaya Tunggulwulung itu optimis.

Pengibaran Bendera Merah Putih ini tidak hanya menjadi simbol angka usia kemerdekaan, tetapi juga gambaran nyata semangat kebersamaan warga Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, dalam menjaga solidaritas antarumat beragama, toleransi, persatuan, keadilan, dan kerakyatan. (ind/jul)

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2026 Malangdata.com