![]() |
| Walikota memberikan apresiasi pada Bimtek pencarian Bibit Atlit Berprestasi Usia Dini |
MALANGDATA.COM – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan dukungan sekaligus arahan khusus dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) pencarian atlet berprestasi usia dini. Langkah ini dinilai menjadi bagian krusial dari strategi regenerasi olahraga di Kota Malang.
"Guru olahraga tidak hanya ditempatkan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mata pertama untuk melihat potensi atlet yang selama ini tumbuh di lingkungan sekolah," ujar Wahyu Hidayat.
Ia menekankan bahwa prestasi puncak tidak didapatkan secara kebetulan. "Medali tidak lahir secara instan. Sebelum berdiri di podium, seorang atlet harus lebih dulu ditemukan, diarahkan, dan ditempa. Karena itu, Kota Malang mulai memburu calon-calon juara sejak bangku sekolah," paparnya saat memberikan motivasi.
Upaya nyata tersebut, lanjut Wali Kota yang akrab disapa Pak Mbois itu, direalisasikan melalui Bimtek Pencarian Bibit Atlet Berprestasi Usia Dini. Kegiatan yang diikuti oleh guru olahraga SD dan SMP se-Kota Malang ini diselenggarakan oleh KONI Kota Malang di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kamis (10/9/2026).
Wahyu meyakini sekolah menyimpan segudang potensi olahraga yang perlu dipetakan sedini mungkin. Guru olahraga memegang peran kunci karena merekalah yang paling mengetahui kemampuan fisik, minat, sekaligus bakat para siswa di lapangan.
![]() |
| Walikota didampingi Kadisporapar Arif , Suwarjana Kadindik dan Pj Sekda berikan keterangan pada awak media |
“Guru olahraga yang paling mengetahui kemampuan siswa-siswinya. Dari sini kita berharap muncul bibit-bibit atlet yang nantinya bisa mewakili Kota Malang,” tegas Wahyu.
Menurutnya, pencarian bibit unggul harus dilakukan secara terukur. Siswa yang memiliki bakat tidak cukup hanya ditemukan, tetapi juga harus segera masuk dalam ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Malang, R. Djoni Sujatmiko, menyebut Bimtek ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara KONI dan tenaga pendidik olahraga, sekaligus membangun basis data (database) atlet muda.
“Yang SD dan SMP ini utamanya untuk persiapan Porprov 2029 dan 2031. Kita kemarin minim data dari teman-teman cabang olahraga. Mana yang untuk 2029, mana yang untuk 2031 harus kita persiapkan dari sekarang,” terangnya.
Lebih jauh, Djoni menjelaskan bahwa persiapan menghadapi Porprov 2027 sudah relatif matang. Atlet yang diproyeksikan telah masuk tahap Pusat Latihan (Puslat) dan Pra-Puslat. Kini, KONI mulai menggarap generasi penerusnya agar tidak terjadi kekosongan regenerasi di masa depan.
![]() |
| Ketua KONI Kota Malang R Djoni paparkan Target optimal |
Melalui jaringan guru olahraga, KONI menargetkan bisa menjaring sebanyak mungkin potensi baru. Setelah data terkumpul, para calon atlet akan dipetakan berdasarkan spesifikasi cabang olahraga dan tingkat potensinya untuk kemudian mendapatkan pembinaan intensif.
“Sebanyak-banyaknya atlet kita kumpulkan. Kita lihat mana yang paling berpotensi, kemudian kita bina,” jelasnya.
Langkah taktis ini sekaligus menjadi fondasi untuk mengejar target prestisius Kota Malang. Setelah sukses mencatatkan lebih dari 100 medali emas pada ajang Porprov sebelumnya, target untuk edisi berikutnya dipatok melesat ke angka 222 emas.
Bagi KONI, pencapaian target tersebut bukanlah tujuan akhir. Ada ambisi besar yang sedang dibangun: menggeser dominasi Surabaya dan membawa Kota Malang menjadi pemuncak klasemen di Jawa Timur.
“Maksimum tahun 2031 kita sudah harus mampu mengalahkan Surabaya. Harapannya, 2029 kita sudah mampu, dan tahun 2031 kita harus menjadi nomor satu di Jawa Timur,” tegas Djoni penuh keyakinan.
Bimtek ini menjadi batu loncatan awal menuju target panjang tersebut. Sebab, atlet yang akan menyumbangkan medali emas pada tahun 2029 dan 2031 sangat mungkin hari ini masih duduk di bangku SD atau SMP—dan sedang menunggu untuk ditemukan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa di lapangan sekolah mereka. (riz/jul)
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2026 Malangdata.com


