Wali Kota Malang Apresiasi Penerapan SPAB di SMKN 7: Kesiapsiagaan Bencana Harus Ditanamkan Sejak Dini

Heru Mulyono kepala Pelaksana BPBD ,Suwarjana Kadindik dampingi Walikota sosialisasi Kesiapsiagaan SMKN 7

MALANGMalangdata.com Pemerintah Kota Malang terus memperkuat penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) guna meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah. Langkah nyata ini terlihat dalam sosialisasi dan simulasi SPAB di SMK Negeri 7 Malang yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada Selasa (8/9/2026).

Di hadapan sekitar 1.008 peserta didik, Wahyu menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dipersiapkan sejak dini, terutama di lingkungan satuan pendidikan. Menurutnya, bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi.

“Bencana alam ini tidak pernah kita duga, kadang-kadang datang di sela waktu yang tidak pernah kita bayangkan. Untuk itu, kita harus mempersiapkan apa yang harus dilakukan, termasuk early warning system (sistem peringatan dini) dan kesiapan apabila terjadi bencana,” beber Wahyu.

Meski karakteristik kerawanan bencana di Kota Malang relatif lebih aman dibandingkan sejumlah daerah lain, Wahyu mengingatkan agar masyarakat tidak lengah. Kesiapsiagaan mutlak diperlukan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko dan korban.

Guru2 SMKN 7 Kota Malang semangat sukseskan Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk benar-benar memahami jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta prosedur penyelamatan diri. Melalui simulasi yang rutin, diharapkan warga sekolah tidak panik dan mampu mengambil langkah yang tepat dan cepat saat menghadapi situasi darurat.

“Evakuasi ini menjadi salah satu cara untuk kita bisa menyelamatkan diri. Langkah-langkah cepat itu harus dipahami. Karena pada akhirnya, yang dapat menyelamatkan diri kita adalah kesadaran dan kesiapan kita masing-masing,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota juga berpesan agar ilmu kesiapsiagaan yang didapat peserta didik tidak berhenti di lingkungan sekolah saja. Para siswa didorong untuk menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada lingkungan terdekatnya.

“Jangan disimpan sendiri materi edukasinya, ojo digawe dewe (jangan dipakai sendiri). Sampaikan kepada keluarga, saudara, dan tetangga. Apabila terjadi bencana, mereka juga jadi tahu apa yang harus dilakukan,” pesan Wahyu.

Heru Mulyono Kalaksa BPBD dampingi Walikota Wahyu Hidayat bersama Kasek SMKN 7 temui Awak Media

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Heru Mulyono, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi dan simulasi SPAB pada tahun 2026 ini ditargetkan menyasar 43 satuan pendidikan di seluruh wilayah Kota Malang.

Program ini, lanjut Heru, merupakan tindak lanjut dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah, sekaligus wujud kolaborasi antara BPBD Kota Malang, pihak sekolah, dan perangkat wilayah setempat. Materi yang diberikan mencakup kebijakan penanggulangan bencana, pengenalan jenis dan tanda-tanda awal bencana, hingga praktik simulasi evakuasi.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan mengenai jenis, karakteristik, dan risiko bencana. Lewat simulasi ini, warga sekolah dibekali keterampilan dasar kesiapsiagaan, termasuk prosedur evakuasi mandiri dan pertolongan pertama,” pungkas Heru. (dr/jul)


Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2026 Malangdata.com