Walikota Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Implementasi Tatanan Kota Sehat Nyata Manfaat

Tim Forum Malang Kota Sehat yang menyiapkan tatanan kota sehat 57 pokja  kelurahan dan 5 kecamatan  dari hilir sampai ke Hulu
FMKS yang dikomandoi Ir Samsul Hadi tersebut tak kenal lelah untuk  Mensosialisasikan tatanan kota sehat
Baju merah muda batik ketua FMKS kota Malang Ir Samsul Hadi selalu hadir ditengah -tengah jajarannya
Depan dari kiri ir Samsul Hadi tiap kali sosialisasi tatanan kota sehat hadir bersama warga lokus
Memuat keterangan foto...
Malangdata.com. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan, terwujudnya Kota Sehat membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, tidak hanya pemerintah. Peran Forum Kota Sehat, Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS), Pokja Kelurahan Sehat hingga masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan gerakan Kota Sehat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata.

Dengan kolaborasi lintas sektor dalam implementasi tatanan Kota Sehat terus dikuatkan. Hal ini menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Penguatan Implementasi Tatanan Kota Sehat dan Penganugerahan Penghargaan Lomba Pokja Kelurahan Sehat dan FKKS Kota Malang dalam Healthy District Summit di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Rabu (16/9/2026).

“Saya menyambut baik kegiatan ini, karena mewujudkan kota sehat tidak cukup hanya melalui program pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran Pokja Kelurahan Sehat, FKKS, dan seluruh elemen masyarakat.”

“Untuk itu, penguatan kelembagaan penting guna menjaga agar gerakan Malang Kota Sehat terus tumbuh dan memberi manfaat nyata,” beber Wahyu.

Analisa Wahyu bahwa Kota Sehat tidak sebatas berkaitan dengan lingkungan yang bersih maupun pelayanan kesehatan. Lebih luas, gerakan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem yang mendorong peningkatan kualitas hidup, produktivitas, serta kenyamanan masyarakat.

“Kota sehat adalah milik kita semua. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran masing-masing. Sehingga ketika semua bergerak dalam satu ekosistem, dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada kualitas hidup, produktivitas, dan kenyamanan lingkungan Kota Malang,” terang Wahyu.

Wali Kota Malang juga memberikan apresiasi kepada para pemenang Lomba Pokja Kelurahan Sehat dan FKKS Kota Malang. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemantik untuk terus meningkatkan kinerja, kreativitas, inovasi, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam gerakan Kota Sehat.

Wahyu menyebutkan, dengan 57 kelurahan yang memiliki karakter dan potensi berbeda, implementasi Kota Sehat tidak harus dilakukan secara seragam. Setiap kelurahan perlu mengenali persoalan dan potensinya untuk kemudian menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia pun mendorong agar inovasi yang lahir di tingkat kelurahan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan bersama. Dengan demikian, keberhasilan satu wilayah tidak berhenti sebagai capaian wilayah tersebut, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam memperkuat gerakan Kota Sehat.

“Mari kita ubah cara pandang dari ‘inovasi kelurahan kami’ menjadi ‘inovasi Kota Malang’ yang dapat kita kembangkan dan manfaatkan bersama.”

“Sekali lagi saya berpesan, mari kita jaga harmoni ini agar Malang Kota Sehat bukan sekadar sebuah predikat, melainkan benar-benar menjadi gambaran Kota Malang yang nyaman, aman dan berkualitas untuk ditinggali,” pungkas Wahyu yakin.

Dr/jul


Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2026 Malangdata.com