![]() |
| Ketua Kwarcab Kota Malang, Ginanjar didampingi Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita dalam acara Penguatan Antar Satuan Karya Pramuka. |
Malangdata.com.Kebanggaan sekaligus dukungan semua elemen untuk Kota Malang tercinta telah dicanangkan sebagai kota kreatif dunia yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu kota kreatif dunia dalam bidang media art.
"Luar biasa yang kemudian akan kita sambut berikutnya adalah kota metropolitan yang saya kira juga persiapannya sangat luar biasa. Tidak sesederhana itu, tetapi kita berharap dengan titel-titel yang tadi itu, kita bisa sama-sama mewujudkan, tidak meninggalkan toleransi, masyarakatnya tetap guyub, tetap saling menghargai, saling mengasihi, sehingga sinergitas itu pasti tidak mungkin akan terhindarkan untuk terbentuk. "Ungkap ketua DPRD kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita Selasa 17/12 diHall Loby Gedung DPRD kota Malang saat membuka Penguatan antar satuan karya Pramuka.
Mia menekankan pada sambutannya bahwa pentingnya penguatan kolaborasi antar Satuan Karya Pramuka agar kontribusi mereka di lapangan semakin terarah dan berdampak nyata.“Peran Pramuka selama ini sudah cukup besar. Tinggal bagaimana kolaborasinya diperkuat agar lebih terstruktur dan efektif,” ujarnya.
Keterlibatan aktif Pramuka dalam pengamanan Nataru ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengamanan bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah, legislatif, aparat penegak hukum, dan masyarakat.Dengan sinergi tersebut, diharapkan pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Malang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Lebih jauh ketua DPRD kota Malang yang sapaan akrab Mia itu alumni SMPN 3 Kota Malang itu coba bercerita sekaligus bernolstagia saat jadi bagian giat wajib Pramuka di sekolah yang ada di jl Cipta Kota Malang. Dikatakannya budaya guyub hendaknya terus dipelihara kalau orang Jawa bilang,"tepo seliro"solidaritas antar sesama siswa maupun warga saling menghormati dan menghargai.Gak ada namanya membully .jangan ada pembullyan disekolah yang ada di Kota Malang.
Dihadapan kurang lebih 200 siswa-siswi SMAN Kota Malang nampak sumringah dengan uri-uri budaya gotong-royong, kebersamaan suka- duka, menolong sesama mengingatkan kembali masa indah di kepramukaan tingkat siaga dan penggalang
"Kita ini saling menyayangi, kita ini saling tolong-menolong, gotong royong. Kalau tetangganya sakit, di isolasi, kita cantolin makanan dan lain sebagainya. Itu merupakan satu karakter yang luar biasa yang membuat Indonesia bisa keluar dari pandemi yang sangat luar biasa dengan baik-baik saja, walaupun memang, ya, ada yang kehilangan dan sebagainya. Tapi paling tidak, di situ kita bisa melihat kekuatan negara kita seperti apa.
"hadirin yang saya hormati, seperti banjir kemarin, gotong royong, kerja bakti, gitu ya, bersih desa, ini juga nilai-nilai yang sesungguhnya juga merupakan roh dari gerakan Pramuka,
"saya juga mau memberikan kutipan dari Bung Karno bahwa beliau pernah menyampaikan gerakan Pramuka itu adalah alat untuk mendidik anak-anak Indonesia agar menjadi manusia yang berwatak, berkepribadian, dan berjiwa kebangsaan Indonesia. Kita bisa memang betul-betul rasakan. Di dalam Pramuka itu diajarkan banyak hal yang menurut saya, yang seperti saya sampaikan, itu membekas banget di dalam memori saya.
Dan kutipan ini juga kita bisa lihat bahwa menegaskan Pramuka itu memang sejak awal dirancang untuk sarana pendidikan karakter bangsa, salah satunya. Maka, kenapa sekarang jadi wajib banget, gitu ya? Kalau dulu wajib enggak terlalu banget, ya. Kalau sekarang jadi wajib banget. Jadi, jujur, saya betul-betul sangat mendukung apabila di setiap sekolah itu ya memang Pramuka itu harus terus ada.
Karena memang yang diajari itu banyak hal, banyak hal, dari yang kita, dari zona nyaman harus keluar, dari zona nyaman, berani mengekspresikan diri, berani mencoba segala tantangan untuk dihadapi. benar-benar pelajaran hidup.
![]() |
| Ketua Kwarcab Kota Malang, Ginanjar, sedang memberikan pemaparan kepada peserta Pramuka saat acara Penguatan Satuan Karya, disaksikan oleh Ketua DPRD Amithya Ratnanggani Sirraduhita |
"Ibaratnya itu kita, sebelum kita nyemplung ke dunia nyata tuh latihannya ya di Pramuka itu, gitu. Kalau lolos, alhamdulillah, gitu ya. Nah, kakak-kakak sekalian, kakak-kakak juga sudah memahami bahwa tantangan generasi muda saat ini tuh tidak gampang. Kalau dibanding dari beberapa puluh tahun yang lalu atau mungkin ketika saya juga masih Penggalang itu beda jauh, gitu. Kenapa? Karena sekarang semua pintu terbuka. Kompleks sekali. Sedangkan filter-filter itu yang kita punya, tetapi tidak kita gunakan dengan baik. Filter dari ideologi negara Indonesia,
Mulai baik yang ada dalam kebudayaan kita, nilai-nilai baik di dalam Pramuka itu tidak terpakai, belum, belum dinilai penting untuk bisa menjadi benteng dari semua pintu yang terbuka saat ini.
Dengan teknologi masuk, semua canggih. Sekarang ada AI, bisa niruin suara, bisa bikin muka kita mirip kembar, walau pun enggak lahir barengan, gitu ya? Itu juga merupakan satu tantangan tersendiri, menurut saya. Kemudian, kita tahu dengan masuknya pintu dalam genggaman kita ini, pintunya ada banyak, bisa lewat Google, bisa lewat mana-mana.
Semua penawaran-penawaran terhadap kita masuk. Jadi, mulai dari, kalau yang kemarin kebetulan saya habis dari OJK, Kak Ginanjar. kemarin kebetulan dari OJK dan ternyata ada pinjol, ada judol, itu menyasar ke anak-anak kita yang mulai usia 10 tahun.
sehingga kita butuh menghadirkan salah satunya Pramuka yang sangat penting sebagai benteng moral dan sosial. Di situ mungkin kita bisa masuk, tidak hanya literasi digital, tetapi mungkin literasi tentang beretika dalam sosial media, kemudian dunia maya, termasuk penggunaan aplikasi-aplikasi untuk kita melek literasi keuangan dan lain sebagainya, sehingga dalam kehidupan nyata yang instan itu belum tentu nyaman, bisa kita segera sampaikan kepada anak-anak kita.
Saya yakin, melalui jejaring antar Satuan Karya, Satuan Komunitas, edukasi tentang hal-hal yang kurang baik yang sifatnya persuasif dan masif itu kemudian bisa langsung disampaikan dan menjadi sebuah sosialisasi dan edukasi yang baik untuk para generasi kita berikutnya.
Saya kira DPRD Kota Malang juga sangat mendorong agar gerakan Pramuka itu semakin adaptif dan bisa merespons terhadap tantangan masa depan ke depan, yang merupakan dinamika dari kemajuan bangsa kita, terutama di Kota Malang.
Sementara itu ketua Kwarcab Kota Malang Ginanjar menambahkan bahwa Pramuka, terus membersamai, seperti itu. sekarang berproses di, di gerakan satuan karya, di satuan komunitas, terus untuk kemudian apa? Berproses menempa diri secara karakter, secara kepribadian, dan juga secara skill.
"Karena kita akui, orang luar mau suka mau tidak, mau mengakui atau tidak, skill di, di gerakan Pramuka ini apa? Luar biasa, diakui. Dan terus, gitu lho. Artinya ya, bukan saja sekadar apa, sekadar cerita-cerita, sekadar apa, nostalgia, bukan. Tapi itu bisa, bisa terbukti.
Dan ini yang kemudian mau kita, kita apa, kita tingkatkan. dengan topik ini, kita mohon nanti kita banyak apa, ya namanya focus group discussion, kita ingin lebih dua arah." Jadi, kami menampung apa segala ide, gagasan besar dari Kakak semua, dari Adik-adik semua, sehingga tatkala kemudian Pemerintah Kota Malang merumuskan program kerja, merumuskan arah pembangunan, itu juga kemudian gagasan-gagasan dari panjenengan semua itu bisa ter, terakbilasi, bisa terfasilitasi." Paparnya optimis.
Lebih jauh anggota komisi D DPRD itu menegaskan mengajak untuk menggali ide dan gagasan bersama untuk kota malang lebih baik berkelas .riz/yun/jul
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2025 Malangdata.com

