Percepat Reformasi Guru SMK ,20 Guru Terbaik Dididik Program Kredensial Mikro Secara Nasional

Rita Anggraeni Rahayu M.A.B (kiri), Founder PT Anggraeni Production House, dan Rahmat Farikh M.Pd (kanan), Master Assesor dan Master Trainer BNSP, berfoto bersama di samping banner Sertifikasi Profesi Guru SMK.

Malangdata.com.Program ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan vokasi tidak bisa ditunda. Percepatan peningkatan kualitas guru melalui kredensial mikro menjadi kunci untuk memastikan SMK siap menjawab kebutuhan industri masa depan—mulai dari manufaktur, teknologi informasi, hingga sektor kreatif yang terus tumbuh.

"Dengan momentum penyelenggaraan nasional ini, pemerintah bersama RRCons Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem vokasi yang lebih kuat, relevan, dan berkelanjutan. Guru SMK bukan hanya pengajar, tetapi agen transformasi yang akan menentukan kualitas SDM Indonesia di tahun-tahun mendatang."Jelas Rahmat Farikh Mpd Master Assesor dan Master Trainer BNSP Rabu 10/12 disebuah Hotel di Malang.

Harapannya Pemerintah mempertegas arah reformasi pendidikan vokasi melalui pelaksanaan Program Kredensial Mikro Guru SMK Tingkat Nasional, sebuah
kebijakan strategis yang dirancang untuk mempercepat peningkatan kompetensi guru dan memastikan pendidikan vokasi selaras dengan kebutuhan industri. 

Andi Musafir Amar, Guru SMKN 3 Bone Sulsel, diwawancarai media sebagai salah satu dari 20 Guru SMK peserta Program Kredensial Mikro Tingkat Nasional.

"Melalui program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, PKPLK Kemendikdasmen ini, negara menempatkan guru SMK sebagai aktor kunci dalam upaya membangun SDM unggul dan
berdaya saing global."imbuhnya optimis.

Dilain pihak Andi Musafir Amar guru SMKN 3 Bone Sulsel salah satu dari 20 peserta yang mengikuti pendidikan singkat memberi tanggapan pada awak media bahwa langkah pemerintah memperkuat sektor pendidikan vokasi memasuki fase baru dengan
bergulirnya Program Kredensial Mikro Guru SMK yang digelar secara nasional. 

"Program ini merupakan bagian dari kebijakan negara dalam transformasi pendidikan vokasi, terutama
untuk menjadikan guru SMK lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, dinamika pasar kerja, dan standar industri terkini.khususnya akan kami bawa ke daerah untuk disebar luaskan ke guru-guru SMK ,"katanya berharap.

Foto bersama 20 guru terbaik peserta Program Kredensial Mikro Guru SMK Tingkat Nasional bersama penyelenggara dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan mitra RRCons Indonesia di Malang.

Sementara itu Rita Anggraeni Rahayu Mab Founder PT Anggraeni Production House mengatakan jika Pada penyelenggaraan tahun ini, RRCons Indonesia ditunjuk sebagai mitra resmi pemerintah untuk melaksanakan program. Penunjukan ini tidak hanya menempatkan RRCons sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai pihak yang berperan
menerjemahkan kebijakan negara menjadi pelatihan yang sistematis, terukur, dan relevan dengan kebutuhan sekolah maupun industri.

"Program Kredensial Mikro Guru SMK dirancang sebagai micro-credential system, yaitu pelatihan singkat dan fokus yang menghasilkan sertifikasi kompetensi bagi guru. Melalui
pendekatan ini, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas guru yang tidak sekadar bersifat administratif, tetapi benar-benar memperkuat kompetensi inti yang dibutuhkan ruang-ruang praktik pembelajaran vokasi."tuturnya.

Bahkan tambahnya lebih jauh bahwa pelaksanaan kegiatan di Malang ini diikuti oleh 20 peserta terbaik selama 3 hari 10-12 Desember. Hal itu setelah ikuti penyaringan secara bertahap dari berbagai daerah di Indonesia,diantaranya Riau,Sumatera Utara, Lampung, Blora, Klaten, Yogyakarta, Brebes, Semarang, Tasikmalaya, dan Karawang. Keberagaman latar daerah peserta menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan peningkatan kualitas guru vokasi di seluruh Indonesia." Tegasnya.

Masih kata Rita yang alumni SMAN 5 Malang itu bahwa sebagai penyelenggara, RRCons Indonesia berkontribusi melalui desain pelatihan yang langsung menyasar kebutuhan kompetensi guru di lapangan. RRCons menyusun modul terapan, menghadirkan pengajar bersertifikasi industri, serta memastikan proses
pembelajaran mengacu pada prinsip upskilling dan reskilling. Kontribusi ini menjadi krusial, mengingat ekosistem pendidikan vokasi membutuhkan dukungan kuat dari mitra profesional di luar birokrasi formal.

"Kedepan pelaksanaan kredensial mikro ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang
menempatkan pendidikan vokasi sebagai tulang punggung peningkatan produktivitas
nasional. Dengan memperkuat kompetensi guru SMK, negara berharap dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di tengah persaingan tenaga kerja regional maupun global."pungkasnya yakin.bar/riz/jul

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2025 Malangdata.com

Facebook SDK

Ads1

Boxed Version

Ads2