Walikota Luncurkan Logo dan landmark Malang City of Media Arts Makna Dan Bagian Jejaring Kota Kreatif UNESCO

Tampilan sudut tinggi (high angle) landmark Malang City of Media Arts di Alun-alun Kota Malang yang dihiasi lampu LED neon, melambangkan identitas Malang sebagai Kota Kreatif UNESCO.

Malangdata.com.Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa Malang City of Media Arts menjadi penanda arah masa depan kota yang terus bergerak maju sebagai kota kreatif yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. “Ini bukan sekadar simbol, tetapi penegasan identitas dan arah Kota Malang sebagai kota kreatif dunia yang terus berkembang,” ungkap Walikota Malang bangga.

Wahyu menambahkan, bahwa pengakuan dari UNESCO menjadi capaian penting yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan daerah. “Pengakuan ini adalah kebanggaan, sekaligus tanggung jawab. Kita harus mampu menunjukkan bahwa Malang layak menjadi bagian dari kota kreatif dunia,” tuturnya.

Logo dan landmark (tengaran) Malang City of Media Arts resmi diluncurkan di Alun-alun Kota Malang, Rabu (1/4/2026). Peluncuran ini tidak hanya menghadirkan ikon baru kota, tetapi juga menegaskan makna dan identitas Kota Malang sebagai bagian dari jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) di bidang Media Arts.

Penetapan Kota Malang sebagai Kota Kreatif UNESCO sebelumnya diumumkan Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, pada peringatan World Cities Day 2025 di markas besar UNESCO pada Kamis (30/10/2025).

Dua orang warga sedang melihat dari dekat prasasti UNESCO pada landmark baru Malang City of Media Arts di Alun-alun Kota Malang saat malam hari.

Menurutnya, kekuatan utama Kota Malang terletak pada sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang kreatif dan inovatif. “Kami ingin anak-anak muda di Kota Malang terus berkarya, berani bereksperimen, dan memanfaatkan ruang-ruang yang ada untuk melahirkan ide-ide besar,” harapnya.

Lebih dari itu, Wahyu menegaskan bahwa logo dan tengaran yang diluncurkan memiliki makna mendalam sebagai representasi ekosistem kreatif yang hidup. “Ini adalah ruang inspirasi, ruang belajar, dan ruang kolaborasi. Dari sinilah kita harapkan lahir talenta-talenta baru yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan semangat kreatif di Kota Malang. “Mari kita hidupkan ruang-ruang kota dengan kreativitas, dorong inovasi tanpa batas, dan jadikan Malang sebagai rumah bagi tumbuhnya ide-ide besar,” ajaknya.

Selain itu, Wahyu menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. “Kota kreatif tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Foto bersama di depan landmark Malang City of Media Arts yang baru diresmikan, menampilkan struktur geometris berwarna biru dengan tipografi "MALANG" yang bercahaya.

Sementara itu, logo resmi Malang City of Media Arts merupakan hasil karya talenta lokal yang mencerminkan karakter dan semangat Kota Malang. Landmark yang dihadirkan tidak hanya menjadi ikon visual, tetapi juga simbol komitmen dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.

Identitas visual tersebut menggunakan tipografi Neo Jengki serta warna-warna yang sarat filosofi. Elemen warna Magenta Kayutangan melambangkan ruang bertemunya memori, rasa, dan kreativitas. Biru Sejiwa mencerminkan karakter Malang yang tangguh dan konsisten, Biru Inspirasi menggambarkan keterbukaan terhadap ide dan teknologi, serta Biru Mbois merepresentasikan suasana kreatif yang inklusif dan adaptif.

Peluncuran ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Malang 2025–2029, yakni Menuju Malang Mbois dan Berkelas, serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai program unggulan.

Dengan peluncuran logo dan tengaran Malang City of Media Arts, Kota Malang tidak hanya menghadirkan simbol visual, tetapi juga memperkuat makna sebagai kota yang hidup dari ide, tumbuh melalui karya, dan besar melalui kolaborasi di kancah dunia.luy/dr/jul

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2026 Malangdata.com

Facebook SDK

Ads1

Boxed Version

Ads2