Bersih Desa Tunggulwulung Ambil Air 7 Sumber, Dorong Silaturahmi Berdayakan Kearifan Lokal

Tokoh masyarakat Tunggulwulung Malang, termasuk Ki Kholiq, bersiap mengambil air suci 7 sumber sebagai bagian dari prosesi adat Bersih Desa di pinggir sungai

Malangdata.com – Upaya nguri-uri budaya di Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terus dipelihara melalui tradisi Bersih Desa. Rangkaian acara diawali dengan pemasangan janur di sejumlah titik, sekaligus aksi Minggu Bersih massal yang melibatkan warga serta mahasiswa KKN di wilayah RW se-Tunggulwulung. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan cangkrukan dan mengawal rombongan untuk mengambil air di 7 sumber mata air, sebelum memasuki puncak rangkaian kegiatan Bersih Desa hingga bulan Juli mendatang.

​"Rangkaian kegiaxtan Bersih Desa ini adalah sebagai bentuk rasa syukur atas karunia yang diberikan Allah SWT, serta panjatan doa agar warga dan wilayah Kelurahan Tunggulwulung selalu diberikan keselamatan dan keberkahan," ungkap Ki Kholiq, pendiri Sekolah Budaya Tunggulwulung.

Suasana 'cangkrukan' santai warga dan tokoh Kelurahan Tunggulwulung Malang saat malam hari, membahas pelestarian kearifan lokal dalam rangka Bersih Desa

​Ia menambahkan, selamatan tutup tahun baru Islam malam 1 Muharam ini dikemas dalam bentuk cangkrukan (kumpul dan jagongan bareng). Acara tersebut mengusung tema ‘Silaturahmi Antar-warga Tunggulwulung Makin Erat untuk Kemaslahatan Bersama’. "Kami optimistis tujuan itu tercapai," pungkasnya.

​Hal senada diamini oleh Gus Khoiri, tokoh masyarakat asli Tunggulwulung yang juga mantan Lurah Dinoyo dan Tunggulwulung. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dimulai dari pemasangan janur, bersih lingkungan, hingga selamatan tutup dan buka tahun baru Islam dari 1447 menuju 1448 Hijriah. Selanjutnya, seluruh rangkaian akan menuju puncak acara nguri-uri budaya Bersih Desa yang menjadi wadah kreativitas warga untuk mengangkat dan memelihara kearifan lokal.

Foto bersama panitia Bersih Desa Tunggulwulung dan para mahasiswa KKN di Pendopo, menunjukkan kolaborasi dalam melestarikan budaya nguri-uri

​“Pada kegiatan ini juga diisi dengan dialog dan orasi budaya 'Kali Bersih 100 Persen'. Tujuannya untuk mengajak masyarakat Tunggulwulung mempererat silaturahmi menuju warga yang berbudaya luhur,” jelas Gus Khoiri. Ia mengajak seluruh warga, baik tua maupun muda, untuk yakin bahwa kearifan lokal yang terangkat ini mampu mendongkrak ekonomi menjadi lebih baik.

​Dengan tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap budaya leluhur, pemberdayaan warga lewat kampung tematik diharapkan dapat berjalan maksimal. Salah satunya melalui penanaman pohon produktif di semua lahan warga agar lingkungan hidup dan sumber air di Tunggulwulung tetap lestari. Ke depan, pohon produktif tersebut diharapkan membawa manfaat bagi ketahanan pangan masyarakat sekitar dan Kota Malang tercinta.

Warga Tunggulwulung, termasuk anggota TNI dan tokoh masyarakat, duduk melingkari tumpeng saat acara selametan tutup buka tahun baru Islam 1447-1448 Hijriah

​Adanya kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kekompakan segenap elemen masyarakat di Kelurahan Tunggulwulung. Selain itu, momen ini menjadi ajang kreasi untuk menampilkan berbagai potensi lokal di bidang seni budaya sekaligus mengembangkan ekonomi kerakyatan.

​Rangkaian acara Bersih Desa Kelurahan Tunggulwulung ini akan digelar mulai dari momen tahun baru Islam (Juni) hingga minggu ketiga bulan Juli. Berbagai agenda menarik telah disiapkan, di antaranya karnaval Ngarak Opak serta bari’an (selamatan bersih desa) demi mengangkat kearifan lokal dan meningkatkan ekonomi kerakyatan Tunggulwulung. (riz/jul)

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2026 Malangdata.com