![]() |
| Pameran Media Praktikum Mahasiswa UMM |
Malangdata.com – Mahasiswa Praktikum Jurnalistik 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan acara peluncuran (launching) media praktikum yang dirangkaikan dengan seminar bertajuk "Transformasi Media & Jurnalisme: Dari Media Konvensional ke Media Modern" pada Jumat (26/6).
Kegiatan yang dinamakan KOMJEST ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkenalkan empat media hasil praktikum, sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan dunia jurnalistik di tengah era digital.
Peluncuran tersebut menandai lahirnya empat media praktikum baru, yaitu Natera, Soravista, Zhelty, dan ClickBites. Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama para pimpinan redaksi masing-masing media untuk membahas latar belakang serta isu spesifik yang mereka angkat.
Media Natera hadir dengan fokus pada isu lingkungan, khususnya tren belanja daring (online shopping) yang berkontribusi terhadap penumpukan sampah kemasan. Sementara itu, Soravista mengangkat kebutuhan mahasiswa akan ruang rehat dari aktivitas digital melalui konten-konten yang mendorong gaya hidup lebih seimbang.
Di sisi lain, Zhelty lahir sebagai media kesehatan yang mengajak masyarakat meningkatkan literasi medis di tengah fenomena fear of missing out (FOMO) terhadap berbagai informasi kesehatan. Adapun ClickBites hadir sebagai media kuliner yang menyasar Generasi Z dengan ketertarikan tinggi terhadap tren makanan dan pengalaman kuliner unik.
Dalam sesi diskusi, salah satu narasumber dari Natera sempat melontarkan pertanyaan pemantik mengenai alasan mahasiswa masih memiliki kepedulian terhadap dunia jurnalistik—apakah hal tersebut murni berasal dari kesadaran pribadi atau semata-mata karena tuntutan akademik.
Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Redaksi Soravista selaku perwakilan menjelaskan bahwa kepedulian tersebut tumbuh dari kesadaran mahasiswa sendiri, meskipun tidak dimungkiri bahwa media ini merupakan bagian dari tugas perkuliahan.
"Karena kesadaran mahasiswa, tetapi juga tidak menutup fakta bahwa ini adalah tugas praktikum. Untuk menempuh praktikum ini pun berangkat dari pilihan pribadi, sehingga menjalankannya juga dengan sepenuh hati," ujarnya.
Setelah sesi talkshow selesai, panitia memberikan penghargaan kepada para pimpinan redaksi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membangun media praktikum tersebut.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar utama yang menghadirkan praktisi media, Tanti Nur Dwiyanti, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Tanti membahas perubahan lanskap media di era digital, tantangan yang dihadapi jurnalis masa kini, hingga pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan audiens.
Usai sesi seminar, pameran media menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara tersebut. Keempat media praktikum membuka booth interaktif yang menampilkan identitas media, karya jurnalistik, serta berbagai aktivitas menarik bagi para pengunjung. Melalui konsep yang kreatif dan komunikatif, setiap booth memberikan pengalaman berbeda yang mencerminkan karakter masing-masing media.
Tidak hanya berkunjung, peserta juga diajak mengikuti berbagai permainan dan tantangan interaktif yang telah disiapkan oleh masing-masing tim. Setiap permainan dirancang agar pengunjung dapat mengenal lebih dekat visi dan isu yang diangkat, sehingga interaksi yang terjalin tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga edukatif.
Untuk meningkatkan antusiasme, panitia KOMJEST turut menghadirkan booth challenge. Setiap peserta memperoleh sebuah kipas yang sekaligus berfungsi sebagai peta lokasi pameran. Pengunjung diminta menyelesaikan tantangan di setiap booth untuk mendapatkan tanda bukti. Setelah berhasil mengumpulkan seluruh tanda, peserta berhak menukarkan kipas tersebut dengan merchandise eksklusif berupa pin.
Konsep pameran yang interaktif ini berhasil menciptakan suasana yang hidup sepanjang acara berlangsung. Para pengunjung tampak antusias berpindah dari satu booth ke booth lainnya untuk bermain dan berdiskusi dengan tim media. Kehadiran berbagai aktivitas ini menunjukkan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga mampu membangun pengalaman komunikasi yang lebih dekat dengan audiens.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berhasil memperkenalkan karya yang telah mereka bangun, tetapi juga membuktikan bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk berkontribusi dalam dunia jurnalistik melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan media digital yang relevan.
Kini, publik kampus tinggal menunggu kiprah nyata dari keempat media praktikum tersebut—apakah karya mereka akan sekadar menjadi penggugur kewajiban tugas, atau mampu terus berjalan konsisten dalam memberikan informasi yang menarik bagi masyarakat luas.
(ekw/dr/jul)
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2026 Malangdata.com
