| Ketua Pokmas Dinoyo M Taufik terus lakukan monitoring pada skrining gratis TBC di Hall Kelurahan Dinoyo nyaman dan aman buat warga |
Malangdata.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang bergerak cepat menggencarkan pencegahan dan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC). Upaya ini dilakukan melalui program skrining aktif di berbagai wilayah Kota Malang, salah satunya lewat kolaborasi Dinkes bersama Puskesmas Dinoyo pada Rabu (10/6/2026) di Gedung Serbaguna Kelurahan Dinoyo.
Berdasarkan pantauan Malangdata.com di lokasi, warga tampak antusias mengikuti jalannya skrining sejak pagi hingga siang hari. Sebanyak 80 warga hadir dari total target yang ditetapkan sebanyak 200 orang.
Niar, salah satu mitra (partner) Puskesmas Dinoyo yang bertugas, mengungkapkan bahwa meski belum sepenuhnya memenuhi target, kehadiran warga sudah mencapai hampir separuh dari target yang ditentukan. Warga Dinoyo dinilai cukup kooperatif memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis yang hanya berlangsung sehari ini.
"Alhamdulillah, hingga jam 12 siang sudah 80 warga yang mengikuti skrining. Insyaallah sore hari bisa menembus 150 orang lebih. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Lurah Dinoyo yang telah menyediakan tempat," ujar Niar.
Lurah Dinoyo, Edwin Daniel, yang turut memantau jalannya kegiatan memberikan apresiasi serupa atas respons positif warganya demi mewujudkan program 'Menuju Ngalam Tahes' (Menuju Malang Sehat).
Diagnosis Akurat Lewat TCM
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan kepada awak media bahwa proses penentuan seseorang terpapar TBC tidak cukup hanya melalui skrining awal atau pemeriksaan rontgen dada (X-ray). Kepastian diagnosis harus diperkuat melalui pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM).
“Bila sudah terlihat ada indikasi atau masuk kategori suspek, untuk memastikan TBC itu harus dilakukan pemeriksaan dahak menggunakan TCM. Sampelnya dikirim ke puskesmas wilayah dan hasilnya biasanya keluar dalam waktu sekitar dua hari,” ujar dr. Husnul kepada awak media, Rabu (10/6/2026) siang.
| Lurah Dinoyo ikut memantau skrining TBC warga Dinoyo hingga memenuhi target |
Berdasarkan data skrining massal yang digelar sejak awal Mei hingga 21 Mei 2026, tercatat ada 3.158 warga yang hadir memenuhi undangan pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.936 orang di antaranya menjalani pemeriksaan X-ray.
Pemeriksaan X-ray ini diprioritaskan bagi warga yang memiliki faktor risiko tinggi. Di antaranya seperti mengalami batuk berkepanjangan, memiliki riwayat diabetes melitus, pernah kontak erat dengan penderita TBC, atau menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada penyakit tersebut.
“Dari hitungan 2.936 orang yang menjalani X-ray, sebanyak 1.662 orang dinyatakan sebagai suspek atau tersangka TBC, sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan,” jelas Husnul.
Strategi TOSS TB: Temukan, Obati Sampai Sembuh
Dari 1.662 suspek tersebut, sebanyak 1.433 orang berhasil menjalani pemeriksaan dahak menggunakan TCM. Sisanya belum dapat diperiksa lantaran sebagian pasien tidak mampu mengeluarkan dahak saat pengambilan sampel.
Hasil pemeriksaan TCM menunjukkan 17 orang dinyatakan positif TBC, sementara 667 orang hasilnya negatif. Selain itu, masih terdapat ratusan sampel lainnya yang saat itu masih menunggu proses konfirmasi dari laboratorium.
Husnul menegaskan, penemuan kasus positif justru menjadi bagian penting dari strategi pengendalian TBC. Pemerintah berkomitmen menemukan penderita sedini mungkin agar dapat segera diobati sekaligus memutus rantai penularan.
| Lurah Dinoyo Edwin Daniel kordinasi dengan partner Puskesmas agar Skrining TBC buat warga sadar kesehatan menuju Dinoyo Tahes terwujud |
“Tagline kami adalah TOSS TB, yaitu Temukan Obati Sampai Sembuh. Ketika ditemukan kasus positif, pasien langsung kami obati di puskesmas wilayah masing-masing,” tegasnya.
Sebagai informasi, pengobatan TBC membutuhkan waktu minimal enam bulan. Pada dua bulan pertama, pasien wajib menjalani fase intensif dengan konsumsi obat setiap hari. Setelah itu, pengobatan dilanjutkan ke fase lanjutan selama empat bulan dengan jadwal minum obat tiga kali seminggu.
Metode Skrining Aktif
Program skrining ini dipastikan akan terus diperluas ke seluruh wilayah Kota Malang. Hingga 21 Mei 2026, kegiatan ini telah menjangkau 23 dari total 57 kelurahan yang ada di Malang.
Mengenai tingginya jumlah suspek yang ditemukan tahun ini, dr. Husnul menegaskan hal itu tidak serta-merta menunjukkan adanya lonjakan kasus TBC di Kota Malang. Menurutnya, angka suspek yang tinggi dipicu oleh metode penjaringan dinas yang kini jauh lebih aktif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun lalu kami belum menggunakan metode skrining (jemput bola) seperti sekarang, sehingga penjaringan suspek tidak sebanyak tahun ini. Namun, jika melihat dari 1.433 suspek yang diperiksa dan hanya 17 yang positif, maka sebenarnya tidak menunjukkan adanya peningkatan kasus TBC yang signifikan,” ungkapnya.
Ke depan, Dinkes Kota Malang akan terus memperluas jangkauan deteksi dini. Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai penularan TBC dengan lebih cepat, sekaligus meningkatkan angka kesembuhan penderita di Kota Malang. (dr/jul)
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2026 Malangdata.com