Hari Batik Nasional Kecamatan Kedungkandang Gelar Mbatik Untuk Emak2 Pioner


Suasana diskusi penguatan ekosistem batik Malangan di Kota Malang
‎Malangdata.com.Geliat ekosistem batik malangan yang sarat sejarah dan khasanah sebagai identitas budaya dan penggerak ekonomi kreatif makin diperhatikan di kancah nasional.Hal itu nampak nyata pass momen hari batik ada gelaran pelatihan membatik perempuan di wilayah kecamatan kedungkandang.

‎"Hari ini bukanlah hanya momentum untuk mengenang. tapi juga semangat menghidupkan dan menjaga warisan budaya (batik). Kita berharap batik semakin sering digunakan tidak hanya dalam acara formal tapi juga sehari-hari oleh kita semua, termasuk generasi muda maupun ibu-ibu di 12 kelurahan (emak2) bisa membatik ", terang kepala Kecamatan kedungkandang H Fahmi Fauzan AZ yang didampingi sang istri Hanik Fauzan yang punya ide pelatihan ibu2 membatik.

Peserta pelatihan membatik berpose bersama hasil karya batik selendang pada peringatan Hari Batik Nasional di Kecamatan Kedungkandang

Lanjut Fahmi yang alumni FISIP UMM itu sesuai motivasi dari Walikota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM dalam pemaparannya menyebut bahwa Kota Malang melakukan berbagai upaya untuk melestarikan dan memajukan ekosistem batik malangan.
‎"Terkini, kami baru saja menggelar Dekranasda Award. Kami juga punya program kemis mbois, pelatihan, termasuk batik bagi disabilitas, fasilitasi legalitas, pemasaran hingga membuka ruang riset batik malangan", urainya
Peserta perempuan dari 12 kelurahan di Kecamatan Kedungkandang mengikuti pelatihan membatik bersama di halaman kantor kecamatan.

‎lebih jauh Fahmi bersama Hanik Fauzan menegaskan bahwa aksi membatik untuk perempuan wilayah kedungkandang bertepatan dengan momen Hari Batik Nasional itu bukan mendadak ," tapi sudah jauh jauh hari disiapkan untuk membatik secara massal terbatas 30 orang sebagai pionir,selanjutnya dikelurahan masing2 yg ada 12 diwilayah kecamatan itu membina warganya untuk siapkan selendang tungkal malangan sebagai piranti tari malangan secara massal pada 24 oktober di gor ken arok ,"beber Fahmi Kamus 2/10 di kantor kecamatan.

Tepatnya ,tambah Hanik Fauzan dengan digelarnya festival batik sekaligus sendratari untuk menikmati karya seni dari gelaran selendang sekaligus menyebut bahwa batik malangan yang sejarah awalnya banyak terkait dengan motif candi kerajaan singhasari (kawung singosaren), dengan warna dominan hijau, biru, coklat saat ini berkembang pula ke langgam realis seperti potensi alam,bisa bunga , budaya dan ikon sejarah kota. Hal ini menurutnya menarik bagi generasi muda untuk semakin cinta batik sebagai warisan budaya .fah/riz/jul

Penulis: Doddy Rizky

Editor: Julio Kamaraderry

Sumber: -

© 2025 Malangdata.com

Facebook SDK

Ads1

Boxed Version

Ads2