![]() |
Mahasiswa UM program Belajar Bersama Masyarakat Kelurahan Jatimulyo sabet perpustakaan terbaik |
Malangdata.com — Tak terasa, masa bakti 16 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang terjun dalam kegiatan UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Reguler di Kelurahan Jatimulyo kini hampir tuntas dan tinggal menghitung hari.
Selama kurang lebih 45 hari, para mahasiswa melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berbagai inisiatif dihadirkan untuk membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta wawasan warga melalui kegiatan edukatif dan pemberdayaan.
Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan potensi masyarakat di berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, lingkungan, hingga kreativitas yang disesuaikan dengan kebutuhan riil warga setempat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif serta kerja sama antarwarga demi menciptakan lingkungan yang lebih berdaya saing.
![]() |
| Bangga bisa antar Perpustakaan Kelurahan Jatimulyo mbois berkelas |
"Hampir 45 hari kami melaksanakan program pengabdian sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta wawasan masyarakat melalui kegiatan edukatif dan pemberdayaan," beber Ketua Koordinasi UM-BBM, Bagas, yang didampingi Juru Bicara Nova Ayu Ningsi Bancin.
Bagas menambahkan, kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi warga, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada para mahasiswa dalam berinteraksi, bekerja sama, serta memahami kondisi riil di tengah masyarakat. Hubungan kerja sama yang harmonis pun berhasil terjalin baik antara mahasiswa, pihak kelurahan, maupun warga selama pelaksanaan program berlangsung.
Apresiasi dari Kelurahan Jatimulyo
Lurah Jatimulyo, Herry, menyampaikan apresiasi dan pandangannya terkait pelaksanaan program ini. Menurutnya, kegiatan UM BBM Reguler di Kelurahan Jatimulyo diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat, baik bagi mahasiswa sebagai pelaksana maupun warga sebagai penerima manfaat.
![]() |
| Nguri-nguri budaya terus dipertahankan kelestariannya pada Grebeg Suro 1448 Hijriah |
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa memperoleh ruang belajar di tengah masyarakat, sementara warga mendapatkan suntikan kontribusi positif yang nyata untuk mendukung kemandirian lokal.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat. Mahasiswa memperoleh pengalaman pengabdian secara langsung, sedangkan masyarakat mendapatkan kontribusi positif yang nyata melalui berbagai program yang telah dilaksanakan," ujar Herry.
Pelatihan Batik Shibori dan Penguatan Ekonomi Kreatif
Sebagai bagian dari program kerja berbasis kreativitas dan pelestarian budaya, mahasiswa bersama warga menggelar pelatihan keterampilan khusus yang melibatkan penyandang disabilitas. Warga didampingi untuk mempelajari teknik dasar pembuatan batik shibori sebagai bekal pengembangan ekonomi produktif dan peningkatan kemandirian warga Jatimulyo.
"Program ini dipilih karena sesuai dengan kondisi masyarakat Kelurahan Jatimulyo yang aktif dan memiliki berbagai kampung tematik. Selain menjadi kegiatan kreatif, batik shibori juga diharapkan dapat menjadi keterampilan baru yang bernilai jual," jelas Herry.
![]() |
| Pengajian umum dan santunan jadi program rutin berbagi pada kaum dhuafa dan yatim piatu warga Jatimulyo |
Pelatihan ini dilakukan secara langsung (praktik), di mana para peserta dapat mencoba seluruh proses pembuatan batik shibori secara mandiri dengan pendampingan intensif dari para mahasiswa.
Digitalisasi UMKM Melalui Pelatihan QRIS
Selain bidang kreativitas, para mahasiswa juga fokus pada sektor ekonomi melalui program edukasi digital berupa pelatihan pembuatan QRIS dan pengenalan layanan keuangan digital. Program ini ditujukan khusus bagi pelaku UMKM serta warga yang memiliki usaha mandiri agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan bertransisi ke arah transaksi non-tunai.
Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai manfaat pembayaran digital, tata cara penggunaan QRIS, serta pengenalan layanan digital banking yang praktis bagi pelaku usaha di Jatimulyo. Pemaparan materi juga langsung diikuti dengan praktik dan pendampingan agar warga dapat menerapkannya secara langsung dalam kegiatan usaha sehari-hari.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku UMKM dan masyarakat dapat mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk mendukung kemajuan usaha yang dimiliki," tandas Nova Ayu menutup rangkaian kegiatan.
(riz/jul)
Penulis: Doddy Rizky
Editor: Julio Kamaraderry
Sumber: -
© 2026 Malangdata.com



